Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Juli 2025 | 04.11 WIB

Penjelasan Baskara Putra 'Hindia' Dianggap Penyembah Setan Gara-gara Lagu hingga Konsep Panggung

Baskara Putra. (YouTube Kemal Palevi) - Image

Baskara Putra. (YouTube Kemal Palevi)

JawaPos.com - Baskara Putra 'Hindia' ditolak manggung dalam festival Ruang Bermusik yang akan rencananya digelar di Lanud Wiriadinata, Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 19- 20 Juli 2025 mendatang.

Yang menolak kedatangan Hindia ke sana adalah sejumlah tokoh agama setempat karena lagu, konsep, dan aksi panggung Hindia dianggap memberikan muatan negatif mempertontonkan satanisme atau penyembah setan.

Salah satu lagu yang mendapat penilaian negatif publik dari Hindia adalah lagu berjudul Matahari Tenggelam. Lagu itu dianggap memiliki muatan negatif, apalagi seperti mendoakan orang-orang masuk ke dalam neraka.

Selain itu, satanisme juga dikaitkan dengan Hindia karena konsep panggung yang memasukkan simbol-simbol yang dianggap sebagai penyembah setan dan freemason.

Terkait tudingan Hindia dianggap sebagai penyembah setan atau mempromosikan satanisme, Baskara Putra melayangkan bantahan. Dia menganggap apa yang ditampilkannya di atas panggung sebagai sebuah persembahan artistik untuk para penggemarnya.

"Bagi gua pribadi, sama anehnya kayak aktor main film horor dan di film itu dia menyembah setan. Terus kita bilang ke aktor itu, 'lo penyembah setan'," kata Baskara Putra dalam video di kanal YouTube Kemal Palevi.

Bagi Baskara, pertunjukannya di atas panggung tidak ubahnya sebuah naskah. Apa yang hendak diperlihatkannya kepada para penggemar memiliki konsep dan storyline, bukan sekadar membawakan lagu di atas panggung.

"Panggung gua itu naskah, orang yang datang tahu ada storyline, ada ceritanya. Cuma di sini kayaknya belum lazim kayak manggung ada storyline, ada ceritanya. Campuran antara performance art sama pertunjukan musik," ungkap Baskara Putra.

Dia pun menyadari sejak awal konsep panggung yang diperlihatkannya dalam konser ataupun pemilihan diksi dalam karya lagunya bakal menuai kontroversi di masyarakat. Akan tetapi, Baskara tidak menyangka dampaknya sampai jauh orang-orang bakal mengaitkan Hindia dengan dengan satanisme.  

"Gua dari awal bikin itu, gua tahu ada risiko itu, orang bakal berspekulasi. Cuma di level di mana, ya sudah spekulasi saja di dunia kesenian. Gua gak expect bakal dianggap serius," tuturnya

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore