
ilustrasi Lebih dari Sekadar Tampil di Luar Negeri: 6 Musisi Indonesia Ini Sukses Menembus Pasar Global / foto diambil dari tangkapan layar YouTube Agnez Mo
JawaPos.com - Manggung di luar negeri belum tentu menjadikan seorang musisi layak disebut “go internasional.”
Faktanya, banyak konser di luar negeri yang justru didominasi penonton asal Indonesia sendiri, seperti TKI dan mahasiswa.
Dilansir dari laman YouTube IPM, istilah “go internasional” lebih dalam maknanya dibanding sekadar tampil atau rekaman di negara asing. Bahkan band besar seperti Dewa 19 atau Kangen Band belum tentu memenuhi kriteria ini.
Namun, beberapa nama musisi Indonesia berhasil membuktikan diri mampu menembus industri musik global. Mereka tampil bukan hanya sebagai musisi, tapi sebagai ikon lintas budaya yang diperhitungkan dunia.
Deretan Musisi Indonesia yang Benar-benar Go Internasional:
1. Anggun C. Sasmi
Anggun adalah pelopor musisi Indonesia yang benar-benar menembus industri musik global. Ia berani hijrah ke Prancis di akhir 90-an, meninggalkan popularitasnya di Indonesia demi meniti karier dari nol.
Tanpa bantuan media sosial atau platform digital seperti sekarang, ia bergabung dengan manajemen asing dan mulai menciptakan lagu-lagu internasional.
Ia dikenal sebagai penyanyi Asia pertama yang sukses di Eropa, dengan 7 album berbahasa Inggris dan 6 album berbahasa Prancis.
Tak hanya itu, Anggun juga pernah bekerja sama dengan produser dunia seperti David Foster dan menjadi juri Asia's Got Talent. Keberhasilannya menjadi inspirasi bagi musisi Asia lain seperti Utada Hikaru dan Coco Lee.
2. Agnez Mo (Agnes Monica)
Lahir di era digital, Agnez Mo memanfaatkan internet dan media sosial untuk memperkenalkan dirinya ke dunia. Tahun 2010, ia mulai mencuri perhatian saat menjadi host di karpet merah American Music Awards.
Meski sempat gagal saat pertama mencoba menembus pasar Amerika pada 2007, Agnez tak menyerah. Ia sempat ditertawakan karena dianggap terlalu percaya diri, tapi kegigihannya membuahkan hasil.
Tahun 2013, ia merilis single “Coke Bottle” yang dipromosikan di Los Angeles dan menggandeng produser internasional. Pada 2017, ia resmi merilis album internasional bertajuk X, bekerja sama dengan musisi besar seperti Chris Brown dan Michael Bolton.
3. Burgerkill
Band metal asal Bandung ini memulai karier dari jalur underground sejak 1995. Meski genre mereka tidak populer di arus utama, konsistensi Burgerkill membuat mereka memiliki basis penggemar besar.
Setelah sukses merilis album Berkarat dan Beyond Coma and Despair, mereka tampil di berbagai festival metal dunia. Tahun 2015, mereka tampil di Bloodstock Open Air (Inggris) dan Wacken Open Air (Jerman).
Puncaknya, mereka menjalani tur 16 kota di Amerika pada 2019 dan dinobatkan sebagai salah satu dari 50 band metal terbaik sepanjang masa oleh majalah Metal Hammer UK. Sayangnya, pendiri mereka, Eben, meninggal dunia pada 2021.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
