JawaPos.om - Transgender Isa Zega sempat dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan atas kasus dugaan melakukan penistaan agama buntut dari ibadah umrah yang dilakukannya di Tanah Suci dengan menggunakan pakaian perempuan.
Laporan polisi terhadap Isa Zega dilakukan setelah kasus penistaan agama diduga dilakukan Isa Zaga viral di media sosial dan menjadi sorotan banyak pihak, termasuk diatensi anggota DPR RI.
Maia Estianty menghadirkan Isa Zega dalam podcast dan videonya sudah tayang di YouTube. Gara-gara mengundang Isa Zega, netizen pun mengungkapkan perasaan kecewa mendalam mereka kepada ibunda Al Ghazali, El Rumi, dan Dul Jaelani tersebut.
"Gila yang begini dikasih panggung. Penista agama public enemy. Undang yang lebih berbobot gitu loh bun. Ya Allah, kecewa sekali sekelas bunda Maia yang diundang kok yang begini," komentar salah satu netizen.
"Kukira bunda pintar, eh ternyata kayak gini dikasih panggung. Biar apa Bun ? Biar naikin viewer Bun, malu banget dah," timpal yang lainnya.
Baca Juga: Buntut Ramai Penistaan Agama Isa Zega, Suami Shella Saukia, Fitra Budiman Ancam Nikita Mirzani Lewat Voice NoteNetizen lain meyakini Maia Estianty telah salah dalam memilih bintang tamu untuk datang ke podcast miliknya. Padahal, menurut netizen, banyak orang lain yang lebih layak dan lebih menarik untuk diundang ke podcast dan dikulik ceritanya.
"Disayangkan bunda @maiaestiantyreal mendingan undang kak @shellasaukiaofficial langsung kalau mau nanya-nanya," komentar salah satu warganet.
"Saya bukan ahli surga, tapi jika melihat agama saya dipermalukan sama Sahrul rasanya tetap sakit. Dengan dia posting artinya dia merendahkan dan meremehkan aturan agama Islam tentang tata cara beribadah," timpal yang lainnya.
"Kalau viralnya positif boleh boleh saja sih diundang. Dia kan jelas-jelas menistakan agama, nggak jujur soal kelamin saat ibadah umrah. Mending gak usah dikasih panggung. Buktinya dia ngerasa nggak bersalah mainin agama."
Ada juga yang menyerukan agar video podcast Maia Estianty dan Isa Zega di-take down. Bahkan, ada netizen membuat semacam polling untuk mengetahui seberapa anyak netizen yang ingin video itu di-take down. Polling itu ternyata disukai 15 ribu lebih para pengguna media sosial.