JawaPos.com - Belakangan viral di media sosial soal pernyataan artis Prilly Latuconsina menyatakan bahwa wanita independen atau cewek mapan saat ini banyak. Dia membandingkan dengan kondisi laki-laki mapan yang dianggap sedikit.
"Sekarang cewek independen banyak, tapi cowok mapan sedikit," ujar Prilly Latuconsina dalam video yang beredar luas di media sosial.
Fenomena ini, kata Prilly, bisa berakibat pada kenyataan yang kurang menguntungkan. Pasalnya, ada pasangan kekasih sebenarnya saling mencintai tapi kemudian hubungan mereka tersendat karena si cowok merasa insecure dengan ceweknya yang independen.
Pernyataan Prilly Latuconsina tersebut mengundang pro dan kontra di kalangan netizen di media sosial. Terlepas dari kontroversi yang terjadi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan wanita mapan atau wanita independen? Apakah pernyataan Prilly tersebut sesuai dengan fakta yang terjadi di Indonesia ?
Menurut KBBI, mapan memiliki arti mantap atau tidak goyah. Kata tersebut kerap digunakan untuk menggambarkan kondisi finansial seseorang.
Menurut HSBC dan pegadaian, mapan memiliki beberapa ciri yaitu memiliki rumah sendiri, sudah menyisihkan dana pendidikan anak, mampu membayar tagihan dan cicilan tepat waktu tanpa mengganggu cashflow pribadi, punya investasi, punya bisnis sendiri, dan memiliki dana darurat.
Wanita mapan kerap disamakan dengan wanita independen atau independent woman. Jika dilihat dari sisi psikologi menurut APA Dictionary of Psychology, Independent adalah kebebasan dari pengaruh atau kontrol orang lain dengan 3 aspek melingkupi.
Pertama, self reliance. Suatu sikap bertanggung jawab atas setiap konsekuensi tindakan ataupun perilaku yang kita lakukan. Kedua, resourceful. Sebuah sikap menyadari sumber daya yang kita miliki baik kompetensi, potensi, dan kapasitas diri kita sendiri.
Ketiga, coachable. Suatu kemampuan diri untuk menerima masukan, sanggahan, kritikan dari orang lain, tapi pada akhirnya tetap berdasar pada keputusan diri kita sendiri.
Apakah pernyataan Prilly sesuai dengan kenyataan yang terjadi di Indonesia bahwa wanita mapan atau wanita independen saat ini banyak?
Data menunjukkan jumlah perempuan karier terus meningkat dalam beberapa tahun belakangan. Bahkan, persentase perempuan yang bekerja sebagai tenaga profesional setiap tahunnya naik mencapai 49,53 persen.
Semakin banyaknya wanita karier di Indonesia dapat dilihat dari akses dan kesempatan terhadap pendidikan yang sangat terbuka untuk dimasuki. Kesempatannya bisa dibilang setara dengan laki-laki. Berdasarkan data statistik PDDikti, partisipasi perempuan di kampus pada tahun 2023 mengalami peningkatan hingga 51 persen. Itu artinya, cukup banyak wanita yang menimba ilmu hingga bangku pendidikan tinggi.
Independensi atau kemapanan wanita juga ada korelasinya dengan jumlah perceraian di Indonesia. Kebanyakan perceraian di Indonesia terjadi karena cerai gugat atau perceraian diajukan oleh pihak istri. Cerai gugat yang telah diputuskan pengadilan jumlah 352.000 kasus atau setara dengan 76 persen dari total kasus perceraian di Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2023, angka pernikahan di Indonesia menurun sebesar 128 ribu dibandingkan dengan pada 2022. Tahun 2022 angka pernikahan sekitar 1.705.348, turun di 2023 menjadi 1.577.255.
Apabila dirinci, pernikahan di Jakarta menurun sekitar 4 ribu, Jawa Tengah 21 ribu, Jawa Timur 13 ribu, dan penurunan tertinggi terjadi di Jawa Barat sebanyak 29 ribu.
Menurunnya angka pernikahan ini juga berkaitan dengan perempuan yang memilih berkarier dari pada menikah di usia yang masih muda.