JawaPos.com - Penyanyi dangdut senior Elvy Sukaesih menyadari betul betapa susahnya menjadi penyanyi pada zamannya dulu. Hanya mereka yang memiliki ketekunan dan keuletan tingkat tinggi yang bisa bertahan karena harus melalui proses panjang, terjal, dan berliku.
Alat musik dulu juga masih cukup jarang didapatkan dan teknologinya masih sangat sederhana. Namun saat ini, alat musik terus mengalami penyempurnaan untuk tujuan memudahkan para musisi dalam berkreasi.
Elvy Sukaesih mengaku terharu sekali dan hampir menangis saat mendengarkan bunyi yang dihasilkan dari alat musik suling ternyata bisa hadir hanya melalui keyboard. Dia mengaku, dulu hal ini tidak pernah terpikirkan akan bisa hadir.
"Aku dengar suara suling dari keyboard-nya saja, saya pengen nangis. Saya lihat lagi bisa berganti beat, ada dangdut. Keren banget," ujar Elvy Sukaesih usai menyanyi lagu dangdut dengan diiringi keyboard PSR Yamaha di bilangan Gatot Subroto Jakarta Selatan, belum lama ini.
Sebagai penyanyi dangdut, Elvy Sukaesih senang sekali karena ternyata ada alat musik yang berhasil mengadopsi sejumlah suara dan nuansa tradisional dalam satu alat musik. Dengan demikian, hal itu akan sangat memudahkan para penyanyi dangdut di Tanah Air karena dapat dengan mudah mengiringi penampilan mereka pada saat tampil.
"Kelincahan dengan perpindahan yang mulus antar not membuat beat-beat nya cocok untuk berdendang," beber Sang Ratu Dangdut Elvy Sukaesih.
Sementara itu, Rully Qomarullah selaku Marketing PT Yamaha Musik Indonesia mengatakan, seri keyboard PSR terbaru yakni SX920 dan SX720 mengalami peningkatan dari sisi suara dan interface serta cocok digunakan untuk pertunjukan live dengan perluasan konten musik.
Menariknya, seri terbaru ini memang secara khusus mengakomodasi keinginan para musisi profesional lokal di Tanah Air yang biasa dengan organ tunggal dimana mereka sangat kreatif dalam mencari variasi suara. "Tak dipungkiri bahwa banyak masukan dari para musisi organ tunggal yang memang terkenal dengan kemampuan nguliknya," kata Rully Qomarullah.