
Potret Axel Giovanni Hartanto di Babak Final Clash of Champions. (Foto: Instagram @axel.giovanni.h)
JawaPos.com - Nama Axel Giovanni Hartanto kian melejit setelah dirinya sandang status sebagai Runner Up di ajang Clash of Champions.
Sejak kemunculannya di episode 2, Axel mulai banyak mencuri perhatian penonton karena kejeniusannya dalam menaklukkan tantangan.
Axel sendiri merupakan seorang mahasiswa aktif di National University of Singapore (NUS) yang saat ini tengah mengambil double major di bidang computer science dan mathematic.
Berawal dari Ketertarikan dengan Angka
Ketertarikannya terhadap angka sejak usia dini pertama kali diketahui oleh sang Ibunda.
Dalam perjalanan di mobil, Axel kecil sudah mulai mengerti bagaimana angka-angka di jam digital beroperasi. Hal ini dipaparkan Sarwasih, Ibunda Axel, pada pertemuannya bersama dengan Nikita Willy dalam podcast moms corner.
Seiring berjalannya waktu, Axel mulai menyadari bahwa dirinya sangat menikmati interaksi dengan angka dan berhitung.
Setiap kali keluar sebagai juara, Axel semakin terpacu untuk terus belajar dan mendalami berbagai materi agar dirinya dapat menunjukkan performa terbaiknya di kompetisi yang akan datang.
Cetak Segudang Prestasi hingga Kebanjiran Beasiswa
Bermula dari iseng ikuti kompetisi math and science dan dapat juara 1 se-Solo, bakat Axel di bidang matematika terlihat semakin menonjol.
Tidak berhenti di situ, Ibunda Axel mendapat arahan dari salah satu wali murid bahwa Axel punya peluang di bidang olimpiade matematika. Kemudian setelah adanya diskusi panjang, Axel mulai menekuni dunia olimpiade di bangku kelas 4 SD.
Perjalanan Axel di bidang olimpiade matematika sejak SD sampai SMA berbuah manis. Axel mengaku dirinya selalu dibiayai oleh beasiswa sepanjang dirinya menempuh pendidikan.
Bahkan Axel mendapatkan beasiswa penuh untuk studinya di NUS. Hal tersebut didapat karena deretan prestasinya yang luar biasa. Salah satunya menjadi Honourable Mention di International Mathematic Olympiad 2023.
Parenting Ibunda Axel
Ketika ditanya soal parenting, Ibunda Axel sempat merasa bingung karena dirinya hanya seorang ibu rumah tangga biasa yang kebetulan punya waktu full time untuk mendampingi anak.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
