Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Juni 2024 | 05.48 WIB

Kisah Nimas Surabaya Dikuntit 10 Tahun Dijadikan Film, Ini Harapan Netizen

 

Nimas, perempuan dari Surabaya yang dikuntit selama 10 tahun oleh seorang pria yang pernah dibantunya, bahkan sampai menerornya, akan diadaptasi ke dalam cerita film layar lebar.

 
JawaPos.com -  Akun Instagram resmi Soraya Intercine Films secara resmi mengumumkan kisah viral Nimas, perempuan dari Surabaya yang dikuntit selama 10 tahun oleh seorang pria yang pernah dibantunya, bahkan sampai menerornya, akan diadaptasi ke dalam cerita film layar lebar.
 
Kisah Nimas ini terjadi selama 10 tahun terhitung sejak 2014 sampai 2024. Nimas dikuntit oleh Adi yang terobsesi untuk menikahinya. Bahkan Adi akan merusak hidupnya apabila Nimas tidak bersedia dinikahi karena meyakini Nimas sebagai jodohnya.
 
"Aku adalah yang punya cerita tentang 'aku kasih kamu Rp 5 ribu, tapi kamu kasih aku neraka 10 tahun'," ujar Nimas dalam video itu.
 
"Di tweet-nya dulu itu, dia bilang ke aku, 'kamu itu sudah jodohku dan kamu enggak akan pernah bisa menikah dengan siapa pun kalau enggak sama aku.' No!," tegas Nimas.
 
Setelah mengetahui cerita Nimas akan diangkat ke layar lebar, netizen menanggapinya beragam. Ada yang setuju cerita Nimas Surabaya dijadiin film, tapi ada juga yang tegas menyatakan ketidaksetujuannya.
 
Namun yang menarik adalah harapan netizen pada film yang diadaptasi dari cerita Nimas Surabaya ini. Netizen berharap Nimas dan Adi harus baikan dan saling memaafkan satu sama lain apabila cerita ini akan diangkat ke layar lebar.
 
"Kalau mau dijadiin film, maafın si Adi, pakai perjanjian hitam di atas putih supaya tidak mengulangi lagi. Kalau si Adi dipenjara terus kisahnya dijadiin film jadi kurang etis sih. Kesannya keburukan ini orang diabadikan dan diajdiin duit. Ibaratnya dihukum dua kali lipat," kata salah satu netizen.
 
"Harapanku setelah kasus ini viral aku harap kepolisian kalau ada laporan pelecehan berbasis gender di internet lebih tanggap ya. Soalnya ngerasain banget laporin kasus kayak gini kayak di sepelein. Sudah nangis segukan pas wawancaranya nyeritain yang aku alami, eh ujung-ujungnya sama petugas cuma disuruh pulang tenangin pikiran tanpa ada tanggapan untuk lanjutin laporanku,"timpal yang lainnya.
 
Ada juga netizen yang memberikan masukan supaya aktris yang memerankan karakter Nimas harus sesuai atau ada kemiripan dengan sosok Nimas dalam versi aslinya.
 
"Tolong nanti pemeran Nimas-nya harus mirip karakternya sama Nimas aslinya," komentar salah satu warganet.
 
"@sandrinamazayya & @naonomnom cocok tuh meranin karakter Nimas secara wajah gesture mirip sama Nimas," timpal yang lainnya.
 
"Tumben MD kesalip Soraya. Biasanya Pak Manoj paling cepat masalah masalah beginian."
 
Nimas mengatakan dirinya setuju kisah pribadinya diangkat ke layar lebar dengan harapan pengalaman hidup yang dialaminya dapat bermanfaat dan dapat diambil hikmahnya oleh banyak orang.
 
"Aku butuh wadah, butuh ruang untuk speak up untuk masalah dan keresahanku. Ini menjadi ruang untuk perempuan lain yang merasakan hal sama. Semoga film dari kasusku ini membuat orang jadi lebih open minded,"kata Nimas.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore