
Satria Mahatir akui dapat perlakuan khusus di dalam penjara./Youtube Samuel Christ
JawaPos.com - Satria Mahatir, seleb TikTok asal Jakarta terancam dipolisikan kembali usai berikan pernyataan kontroversial terkait kronologi dirinya bisa keluar dari penjara atas kasus pengeroyokan yang melibatkan dirinya.
Satria Mahatir dinyatakan bebas dari penjara setelah melalui proses penahanan selama 13 hari.
Kasus tersebut berakhir dengan kesepakatan damai (restorative justice) di antara kedua belah pihak.
Atas pembebasannya tersebut, Satria atau yang dikenal sebagai Cogil itu mengungkapkan bahwa terdapat privilege yang ia terima sebagai anak mantan Jenderal Polisi Bintang 2 Almarhum Irjen Pol (Purn) Dr. Yuskam Nur.
“Privilege berlaku soalnya (pangkat ayah), dimulai dari proses BAP sampai pencabutan berkas. Itu semua penyidik yang anggota itu memperlakukan kita semua dengan baik termasuk waktu di dalam sel,” ungkap Satria dalam podcastnya di channel YouTube Samuel Christ, Sabtu (27/1).
Satria menjelaskan bahwa kesepakatan damai yang dicapai kedua belah pihak merupakan pengaruh intervensi atau tekanan yang diberikan oleh pihaknya terhadap sang anggota DPRD.
Baca Juga: Diduga Lakukan Pengeroyokan Terhadap Anak Anggota DPRD, Tiktoker Satria Mahatir Diciduk Polisi
Ia juga mengaku banyak perlakuan khusus yang ia terima selama di dalam sel penjara.
“Gue dikasih kamar yang bener-bener kosong. Ya, cuma harus dirapihin, dibersihin kan, terus kita isi berempat karena kita sepaket nih. Emang udah titipan dari pimpinannya buat nggak dipisah atau digabung sama yang ‘kakap-kakap’ (penjahat kasus berat),” terangnya.
“Kita nggak makan makanan penjara. Jadi kita kadang di-GoFood-in sama polisi yang jaga piket atau enggak ada yang jenguk. Stok makanan udah nggak pernah habis, rokok pun udah terlalu banyak sampai paru-paru kita tuh sakit,” sambung Satria.
Selain itu, Satria menambahkan ia juga memiliki akses keluar masuk sel dan berkeliling. Ia juga bisa mengoperasikan handphone dan bermain media sosial dengan bebas.
“Gue bisa keluar. Kamar nih dibuka misalnya, jerujinya dibuka kan ada lorong terus kayak hall, titik-titik apel gue bisa ke situ. Gue punya akses bebas ke situ,” katanya.
Menanggapi hal ini, Nyanyang Harris Pratamura, ayah korban pengeroyokan yang juga sekaligus anggota DPRD tersebut membantah kebenaran pernyataan Satria Mahatir.
“Itu hoaks. Saya minta ini diklarifikasi, kalau tidak, saya minta aparat kepolisian untuk menangkapnya sebagai berita hoaks,” ungkap Nyayang di Mapolresta Barelang, Selasa (30/1), dikutip dari Batam Pos.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
