
Komika Coky Pardede -Dery Ridwansah 4
JawaPos.com - Teman-teman di Majelis Lucu Indonesia (MLI) ternyata sudah tahu Coki Pardede sebagai pengguna narkoba jauh sebelum ditangkap. Hal itu terungkap dalam acara Podcast Deddy Corbuzier yang dihadiri Patrick Effendy, Tretan Muslim, dan Pendeta Yerry.
Mereka tahu berawal dari kecurigaan Tretan Muslim yang kerap mendapati sejumlah keanehan pada diri Coki Pardede. Mulai tiba-tiba menghilang begitu saja tak dapat dihubungi, anti sosial, hingga omongannya ngawur.
Tim MLI bergerak mendapati hal itu. Patrick Effendy meminta Pendeta Yerry menyelami kepribadian Coki Pardede. Sehingga terungkap kalau dia memang pengguna narkoba.
MLI dilanda kebingungan begitu tahu tentang fakta tersebut. Antara menyerahkan Coki ke lembaga terkait supaya dapat direhabilitasi atau tidak. Tapi, akhirnya opsi yang dipilih adalah coba diobati oleh Pendeta Yerry lewat nasihat-nasihat dan program khusus.
Diungkapkan Pendeta Yerry, sejak menjalani program sempat ada perkembangan positif pada diri Coki Pardede. Ia sempat mau berhenti menggunakan obat-obatan terlarang. Namun, sejumlah faktor membuatnya kembali mengonsumsi barang haram tersebut.
"Paling tidak dia punya tiga masalah sekaligus. Pertama, adiksi sama sabu. Kedua fisik, ada komplikasi fisik dialami akibat pemakaian ini. Ketiga psikis. Tiga hal itu yang menjadi masalah khusus, perlu sebuah program," papar Pendeta Yerry.
Patrick Effendy mengaku sejumlah hal dilakukan pihaknya untuk membentengi Coki Pardede supaya tidak mudah mendapatkan akses terhadap narkoba. Coki sempat ditempatkan di rumah yang dekat dengan mereka, dibuatkan program olahraga, akun media sosial Coki dapat diakses pihaknya, hingga keuangannya juga diatur manajemen.
"Kita banyak bikin sistem program supaya dia sembuh. Tapi olahraga dia gagal, enggak jalan. Kita sampai ada tes urine di rumahku, di kantor," ucap Patrick Effendy.
Dari informasi yang dihimpun, Coki ditangkap di Jalan Foresta Raya, Pagedangan, Tangerang, Banten pada Rabu (1/9) malam. Dia ditangkap bersama penyuplai narkoba berinisial W.
Keduanya telah dilakukan tes urine. Hasilnya positif mengonsumsi narkoba. “Positif amfetamin dan metafetamin dua-duanya,” kata Kasat Narkoba Polres Metro Tangerang Kota AKBP Pratomo Widodo saat dihubungi wartawan, Kamis (2/9).
Amfetamin adalah kandungan yang ada di dalam narkotika jenis ekstasi. Sedangkan metafetamin merupakan kandungan yang ada di dalam sabu.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
