Rebecca Klopper menikamti liburan ke Lombok ditengah isu Video Syur versi panjangnya muncul. (Instagram rklopper)
JawaPos.com - Aktris Rebecca Klopper kembali dilaporkan ke polisi baru-baru ini. Laporan dibuat oleh Asosiasi Lawyer Muslim Indonesia (ALMI) di Polda Metro Jaya.
Rebecca Klopper dilaporkan buntut dari tersebarnya video syur dirinya berdurasi 10 menit 52 detik dan video berdurasi 1 menit 58 detik. Laporan terhadap Rebecca Klopper teregister dengan nomor LP/B/5785/IX/2023/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Apakah 2 video yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya merupakan video baru dan berbeda dari video syur Rebecca Klopper versi panjang yang sempat beredar beberapa waktu lalu?
"Yang kita laporkan ada dua video. Yang satu, video dia (Rebecca Klopper) sendiri, itu yang 1 menit 58 detik. Yang berdua, yang videonya hampir 11 menit. Sepertinya video sama dengan yang beredar beberapa waktu lalu," kata Ketua Umum ALMI, Zainul Arifin kepada JawaPos.com, Selasa (3/10).
Selain Rebecca Klopper, ALMI melaporkan pihak-pihak lain yang juga terlibat dalam pembuatan dan penyebaran video asusila dari kekasih Fadly Faisal tersebut.
Baca Juga: Reaksi Berbeda Rebecca Klopper dengan Munculnya Video Asusila yang Pertama dan Kedua
"Yang kita laporkan 3 objek. Pertama, orang yang membuat video itu yaitu para pelaku yang bermain di video itu. Kedua, yang menyebar luaskan lewat Twitter dan lewat akun website," ungkap Zainul Arifim.
"Ketiga, yang membiayai video. Karena dalam website banyak video selain RK seperti dalam kasus yang sempat ditangkap petugas kepolisian," imbuhnya.
Melengkapi laporan polisi yang dibuat, ALMI juga melengkapinya dengan membawa sejumlah bukti. "Video syur ada 2 buah, nama situs website, dan nama akun twitter," tuturnya.
Usai melaporkan video syur Rebecca Klopper, Zainul menyebut dirinya sebagai pihak pelapor akan dimintai keterangan oleh penyidik Polda Metro Jaya pada hari ini.
"Siang ini kita di-BAP sebagai pelapor dan saksinya ada 2 orang," tuturnya.
Terkait laporannya tersebut, Rebecca Klopper dan terlapor lainnya dijerat dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 (1) juncto Pasal 45 (1) Jo Pasal 52 dan atau Pasal 4 Ayat (1) Jo Pasal 29, dan atau Pasal 6 Jo Pasal 32 UU RI NO 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
