
Penyanyi Didi Kempot saat konser bertajuk
JawaPos.com - Didi Kempot meninggal tadi pagi pada pukul 07.45 WIB setelah dokter rumah sakit Kasih Ibu berusaha menyelamatkan nyawanya selama kurang lebih 20 menit. Penyanyi yang dikenal memiliki kepedulian sosial yang tinggi itu tutup lembaran hidup akibat mengalami henti jantung.
Asisten Manajer Humas Rumah Sakit Kasih Ibu, Divan Fernandez menjelaskan, kronologi meninggalnya Didi Kempot. Dia mengatakan bahwa pelantun Stasiun Balapan tiba di RS Kasih Ibu Solo, Jawa tengah, tadi pagi pada pukul 07.25 WIB dalam kondisi sudah tak sadarkan diri.
“Tadi tiba di IGD pukul 07.25, dalam kondisi tidak sadar. Henti nafas, henti jantung. Kita melakukan pertolongan namun karena kondisi pasien buruk tidak tertolong. Pukul 07.45 dinyatakan meninggal oleh dokter,” kata Divan Fernandez.
Seorang sumber dari RS Kasih Ibu yang enggan disebutkan namanya mengatakan henti jantung dan serangan jantung adalah dua hal berbeda. Dikatakannya, pihak rumah sakit sudah berusaha maksimal untuk menolong Didi Kempot namun rupanya Tuhan berkehendak lain.
“Kalau henti jantung dalam segi medis disebutnya code blue, henti jantung memang (Didi Kempot). Jadi dari IGD tadi sudah dimaksimalkan. Untuk protokol kasus henti jantung memang sudah dimaksimalkan tapi tidak ada respon,” papar sumber itu kepada JawaPos.com.
Ketika disinggung soal penyakit lain yang menyebabkan henti jantung pada Didi Kempot, dia mengaku pihak rumah sakit sudah mengetahuinya. Namun sayangnya, dia enggan memberikan penjelasan.
“Sebenarnya sudah ada, tapi bukan saya yang (berhak) menjelaskannya,” ucapnya.
Didi Kempot meninggal di puncak karirnya di industri hiburan tanah air. Beberapa tahun belakangan namanya melejit dan puncaknya terjadi pada 2019 tahun lalu. Dia tidak hanya memiliki barisan penggemar dari generasi tua. Anak-anak muda juga pada menggemari Didi Kempot. Peristiwa semacam ini jarang sekali terjadi pada musisi senior di tanah air.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=oRUJKBFt6CY
https://www.youtube.com/watch?v=Fx1-tEKpS70
https://www.youtube.com/watch?v=ZVYDzxryK1Q

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
