
Ilustrasi Titik Nol Nusantara di IKN. M. Ghofar/Antara
JawaPos.com–Hasil riset Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Kalimantan Timur menyebut, Kabupaten Kutai Kartanegara direkomendasikan menjadi alternatif pemenuhan air baku untuk mendukung kebutuhan air bersih IKN dan sekitarnya. Sebab, ketersediaan air baku di wilayah itu melimpah.
”Dari riset yang dilakukan tim dengan judul Kajian Analisis Ketersediaan Air Bersih untuk Mendukung Ibu Kota Negara (IKN) pada Juni-Desember, ketersediaan air baku di Kutai Kartanegara sangat melimpah,” kata Kepala Balitbangda Provinsi Kaltim Fitiriansyah seperti dilansir dari Antara di Samarinda.
Hasil kajian juga menyebutkan, Balikpapan merupakan salah satu daerah mitra IKN sebagai kota dengan fasilitas terlengkap dan terdekat dengan IKN. Balikpapan akan menjadi kota yang akan menanggung beban paling besar dalam tahap awal pembangunan IKN, salah satunya adalah beban air bersih.
Di sisi lain, lanjut Fitiriansyah, kemampuan penyediaan air bersih dan air baku di Balikpapan merupakan paling kecil dibanding dengan daerah mitra lain yang berbatasan langsung dengan IKN. Yakni Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, sehingga Balikpapan harus didukung untuk mencukupi kebutuhan airnya.
Terkait dengan dibangunnya Bendungan Semoi Sepaku dan Intake Sungai Sepaku yang masuk dalam kawasan IKN, menurut dia, Balikpapan perlu mendapat perhatian menjadi salah satu daerah yang mendapatkan suplai air baku untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Yuli Fitrianto, salah seorang peneliti Balitbangda Kaltim menambahkan, total kapasitas produksi air bersih Perumda Tirta Manuntung di Kota Balikpapan pada 2021 sebanyak 1.426,05 liter per detik. Itu tidak mencukupi untuk kebutuhan proyeksi 2022 yang sebanyak 1.470,51 liter per detik.
Sedangkan kapasitas produksi air bersih Perumda Air Minum Danum Taka di Penajam Paser Utara pada 2021 sebanyak 340 liter per detik, dapat mencukupi kebutuhan proyeksi 2023 yang sebanyak 332,06 liter per detik. Namun, produksi itu tidak mencukupi untuk kebutuhan proyeksi 2024 yang sebanyak 346,41 liter per detik, sehingga produksinya perlu ditingkatkan.
”Total produksi air bersih pada Perumda Tirta Mahakam di Kutai Kartanegara 2021 sebanyak 1.688,6 liter per detik, tidak mencukupi kebutuhan proyeksi 2022 yang sebesar 1.734,06 liter per detik,” terang Yuli.
Tapi, menurut dia, produksi Perumda Tirta Mahakam masih bisa memenuhi kebutuhan proyeksi sampai 2025 yang sebanyak 1.840,20 liter per detik, jika memaksimalkan kapasitas produksi terpasang yang sebanyak 1.856,5 liter per detik.
”Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki sumber air baku sangat melimpah, sehingga Perumda Tirta Mahakam tidak akan mengalami kesulitan dalam pemenuhan air baku untuk memenuhi kebutuhan di IKN dan sekitarnya, termasuk hingga Kota Balikpapan,” ucap Yuli.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
