Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 Maret 2022 | 18.51 WIB

PR Awal Pimpinan IKN, Pengganti SoftBank Harus Sekelas Jack Ma

RAMAH LINGKUNGAN: Ilustrasi desain kantor istana kepresidenan yang akan dibangun di ibu kota negara (IKN) di Kalimantan Timur. Tahapan pembangunan rencana dimulai tahun ini. (NYOMAN NUARTA/AFP) - Image

RAMAH LINGKUNGAN: Ilustrasi desain kantor istana kepresidenan yang akan dibangun di ibu kota negara (IKN) di Kalimantan Timur. Tahapan pembangunan rencana dimulai tahun ini. (NYOMAN NUARTA/AFP)

JawaPos.com - Perusahaan asal Jepang, SoftBank menyatakan mundur dari proyek Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim). Hal ini tentunya dapat mempengaruhi pembangunan daripada IKN.

Oleh karena itu, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai bahwa pemerintah perlu mencari pengganti yang sama besar seperti SoftBank. Salah satunya seperti Alibaba Group milik pebisnis top asal Tiongkok, Jack Ma.

"Iya harus cari pengganti dan yg setara itu juga, dulu sempat dekat dengan Jack Ma, harus selevel itu untuk menggantikan SoftBank," tutur dia ketika dihubungi JawaPos.com dikutip, Senin (21/3).

"Jadi harus selevel itu juga karena SoftBank itu dibidik di mana-mana, untuk di negara yang ingin mendorong teknologi," sambungnya.

Dirinya juga merekomendasikan pemerintah untuk lebih melakukan pendekatan kepada perusahaan pembiayaan yang ahli pada bidang infrastruktur. Pasalnya, pada awal pembangunan IKN ini, yang akan dikebut adalah infrastruktur.

"Kalau mau approach ya kepada perusahaan yang ahli di infrastruktur dasar, misalnya UEA, itu kan lebih ke arah situ yang bangun gedung dan jalan, udah kompeten," ucapnya.

Setelahnya pembangunan fisik rampung, baru pemerintah dapat melakukan pendekatan kepada perusahan yang expert di bidang teknologi, yakni SoftBank untuk menciptakan ekosistem digital di IKN. Jadi menurutnya, langkah pemerintah mengajak SoftBank kurang tepat.

"Saya rasa persoalan timing ini penting, jangan approach ke sektor keuangan terus di momen dia lagi mau bangun fisik ya tidak akan masuk, tapi kalau didatangi pasti iya-iya aja, tapi disuruh naruh duitnya ya tunggu dulu, karena kan belum jadi fisiknya," ujar Eko.

Kata dia, ini adalah tugas pertama daripada Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN, yaitu Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe untuk mengajak para investor menggarap proyek IKN.

"Iya, pak bambang itu challenge-nya adalah mempertunjukkan fisiknya dulu, dengan percepatan walaupun itu konsekuensinya karena investornya baru sedikit, ya APBN yang akan menjadi tulang punggung pelaksanaan IKN ini. Ini ambisi presiden, pasti akan nombok terus," tutup dia.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore