Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Maret 2022 | 19.25 WIB

Jokowi: Saat Era SBY Juga Sempat ada Kajian Perpindahan Ibu Kota

PENGUMPULAN AIR: Presiden Jokowi menerima air yang dibawa Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dari daerah sebagai simbol salah satu air dari daerah di Indonesia dalam pembangunan IKN Nusantara. (SETPRES) - Image

PENGUMPULAN AIR: Presiden Jokowi menerima air yang dibawa Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dari daerah sebagai simbol salah satu air dari daerah di Indonesia dalam pembangunan IKN Nusantara. (SETPRES)

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan alasan ingin memindahkan ibu kota negara (IKN) ke Nusantara, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Dia mengungkapkan, wacana pemindahan ibu kota sudah ada sejak zaman Presiden RI pertama Soekarno.

"Gagasan untuk memindahkan ibu kota sudah pernah diputuskan Bung Karno kira-kira 1957, tapi karena ada pergolakan, lalu mundur-mundur akhirnya enggak jadi. Saat Presiden Soeharto juga sama ingin memindahkan dari Jakarta ke Jawa Barat. Tapi juga tidak jadi karena ada peristiwa 98," kata Jokowi dalam siaran Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (15/3).

Jokowi mengungkapkan, era Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga sempat terdapat wacana pemindahan ibu kota. Bahkan disebut telah melakukan serangkaian kajian untuk memindahkan ibu kota.

"Zaman Presiden SBY juga melakukan kajian-kajian untuk memindahkan ibu kota karena banyak juga alasan," ucap Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menuturkan, kajian pemindahan ibu kota sudah dilakukan sejak 2014 saat awal menjabat sebagai kepala negara. Menurut Jokowi, dari banyak lokasi berdasarkan hasil kajian memicu pada dua wilayah yakni Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

"2014 saya perintahkan saat itu kepada Menteri Bappenas untuk membuka dan melakukan kajian lagi, sehingga dari banyak lokasi diciutkan menjadi tiga, kemudian diputuskan di Kalimantan Timur di Penajam Paser Utara dan Kukar karena memang ini titik paling tengah kalau kita ambil dari barat timur utara selatan, tengah ya di sini," beber Jokowi.

Alasan lainnya, lanjut Jokowi, karena ketersediaan lahan di Penajam Paser Utara yang memadai. Dia menegaskan, pemindahan ibu kota penting untuk pemerataan ekonomi.

"Perpindahan ini untuk pemerataan, untuk keadilan karena kita memiliki 17 ribu pulau yang 56 persennya ada di Jawa, 156 juga populasi Indonesia ada di pulau Jawa padahal kita punya 17 ribu pulau," tandas Jokowi.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore