Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 Juni 2026 | 03.21 WIB

Menguak Gagasan Ekonomi Prabowo: Warisan Sumitro Djojohadikusumo

Pengamat komunikasi politik sekaligus penulis buku “Estafet Ideologi Sumitro ke Prabowo”, Rabu (10/6). (Nanda Prayoga/JawaPos.com) - Image

Pengamat komunikasi politik sekaligus penulis buku “Estafet Ideologi Sumitro ke Prabowo”, Rabu (10/6). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pemikiran ekonomi dan kebangsaan yang diwariskan ekonom senior Indonesia, Sumitro Djojohadikusumo, dinilai masih memiliki relevansi kuat dalam arah pembangunan nasional saat ini. Gagasan tentang kemandirian ekonomi, industrialisasi, serta keberpihakan kepada kepentingan rakyat menjadi benang merah yang terus mewarnai perjalanan bangsa lintas generasi.

Di tengah tantangan membangun perekonomian Indonesia yang baru merdeka, Sumitro sendiri tampil sebagai salah satu tokoh yang mendorong lahirnya berbagai terobosan ekonomi nasional.

Ia menggagas penguatan industri dalam negeri, mendorong tumbuhnya pengusaha nasional, serta menekankan pentingnya perencanaan pembangunan sebagai fondasi bagi kemandirian ekonomi Indonesia.

Terdapat kesinambungan antara pemikiran yang pernah diperjuangkan Sumitro dengan berbagai kebijakan yang kini dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kesinambungan tersebut mencerminkan bagaimana ide dan visi pembangunan dapat diwariskan lintas generasi serta tetap menjadi bagian dari diskursus mengenai masa depan perekonomian Indonesia.

Hal ini selaras dengan yang diungkapkan Ekonom Universitas Indonesia, Ninasapti Triaswati, ia menilai terdapat kesinambungan antara pemikiran tokoh ekonomi Sumitro Djojohadikusumo dan arah pembangunan yang saat ini dijalankan Prabowo melalui program Asta Cita. Menurutnya, kesinambungan tersebut turut disesuaikan dengan kebutuhan memperkuat aspek pertahanan dan keamanan nasional.

"Pemikiran Sumitro kemudian diterjemahkan ke dalam Asta Cita yang merupakan Program Pembangunan Prabowo, namun dengan penekanan pada pentingnya memperkokoh kerangka pertahanan keamanan sesuai dengan dasar negara Pancasila, prinsip demokrasi dan hak asasi manusia," ungkap Ninasapti dalam peluncuran buku "Estafet Ideologi Sumitro ke Prabowo" di Jakarta, Rabu (10/6).

Tertarik dengan kesinambungan keduanya, pengamat komunikasi politik Hendri Satrio tertarik untuk mendalami pemikiran antara Sumitro Djojohadikusumo dengan anaknya, Prabowo Subianto. Alhasil, lahirlah buku berjudul “Estafet Ideologi Sumitro ke Prabowo.”

Dengan buku ini, Hensa mencoba menelusuri bagaimana gagasan-gagasan yang pernah dirumuskan Sumitro diterjemahkan dan diwujudkan dalam kebijakan serta arah pembangunan yang dijalankan Prabowo saat ini.

"Buku 'Estafet Ideologi dari Sumitro ke Prabowo' ini saya tulis dalam rangka untuk mencoba memahami kira-kira pemikiran Sumitro waktu itu yang diterjemahkan oleh Pak Prabowo hari ini tuh seperti apa, sebesar apa, dan kemudian semasif apa perbedaan yang sangat signifikan," ujar Hensa.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore