
ilustrasi pembatasan medsos bagi anak. (freepik)
JawaPos.com - Sejumlah orang tua angkat bicara perihal pembatasan media sosial bagi anak-anak. Mereka menyatakan dukungan terhadap pembatasan media sosial bagi anak-anak, yang diimplementasikan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).
Diketahui, per 28 Maret 2026, PP Tunas efektif diberlakukan, mengharuskan penyedia platform digital untuk mencegah konten berbahaya, salah satunya dengan membatasi akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun.
Seorang ibu dari Bogor, Aisyah (54), mengatakan, berdasarkan pengalamannya, media sosial telah sangat mengubah pola hidup anak-anak muda di lingkungan sekitarnya.
Menurutnya, pembatasan akses media sosial akan membuat anak-anak belajar. Dia mengibaratkan media sosial bagai pisau, dimana di tangan yang tepat, seperti chef, akan menghasilkan sesuatu yang bagus dan bermanfaat, namun di tangan yang salah, akan menyakitkan bagi kesehatan mental dan fisik.
"Mungkin di awal-awal akan terlihat awkward (canggung) bagi anak-anak, tetapi lama kelamaan mereka akan terbiasa tanpa sosial media, noting that (menyadari) ada kegiatan yg lebih seru dari sosmed," katanya.
Terlebih, katanya, tantangan terbesar dalam membesarkan anak saat ini berasal dari media sosial dan kecerdasan artifisial (AI). Derasnya informasi tanpa kontrol menjadi hal yang membahayakan ketika komunikasi yang tulus tidak terjadi dalam sebuah keluarga.
Namun demikian, katanya, layaknya peraturan pada umumnya, implementasi PP Tunas tetap harus dipantau agar pelaksanaannya membuahkan hasil yang sesuai harapan.
Dia mengaku juga menerapkan kontrol dalam media sosial pada anak-anak di keluarganya, seperti dengan tidak membiarkan anak mengunduh aplikasi tanpa sepengetahuan dan izinnya, membatasi screen time, dan tidak mengizinkan bermain gawai saat sedang makan bersama keluarga.
Senada, seorang ayah dari Tangerang Selatan, Deni (31) menyatakan bahwa dia setuju terkait pembatasan akses media sosial tersebut, agar anak-anak bersosialisasi dan tidak sibuk dengan dunianya sendiri.

Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
