
Foto sepasang tangan dari seseorang di bilik pengakuan. (Pexels)
JawaPos.com - Banyak agama menetapkan sejumlah aturan yang menjadi kewajiban bagi para pemeluknya. Dalam kondisi tertentu, ketidakpatuhan terhadap kewajiban tersebut dapat berujung pada sanksi.
Namun, ada pula aturan yang sifatnya tidak mengikat atau tidak wajib dijalankan. Aturan semacam ini hadir sebagai pedoman moral, membantu umat memahami bagaimana bersikap dan hidup sebagai penganut agama yang baik dan taat.
Dalam tradisi Katolik, terdapat beberapa kewajiban khusus yang dianjurkan untuk dijalankan saat menyambut dua hari raya besar. Salah satunya adalah melaksanakan sakramen pengakuan dosa sebagai bentuk persiapan rohani.
Apa itu?
Dilansir dari Keuskupan Agung Jakarta, sakramen pengakuan dosa atau rekonsiliasi adalah salah satu dari dua sakramen penyembuhan di Gereja Katolik.
Sakramen ini adalah ibadah penyembuhan rohani dari seseorang yang telah dibaptis dan jauh dari Allah karena berbuat dosa.
Dosa sendiri adalah perbuatan yang melawan cinta kasih Tuhan dan sesama manusia. Dengan setiap dosa yang ada, manusia menjadi semakin jauh dari Tuhan.
Manusia melakukan dosa-dosa ini dengan sadar dan sengaja. Karena dosa-dosa ini mereka merugikan orang-orang di sekitarnya dan diri mereka sendiri, serta merusak hubungan mereka dengan Tuhan.
Akibatnya, manusia kehilangan rahmat Allah yang pernah ia terima pada saat menjalani sakramen baptis. Selain itu, dosa-dosa mereka juga dapat mengotori kesucian Gereja Katolik dan para umat lainnya pula.
Dengan bertobat, manusia ini akan berdamai kembali dengan Allah, Gereja, dan sesamanya.
Pada saat pengakuan dosa, Gereja tidak menuntut sekadar rasa sesal, tapi juga perubahan hati dan seluruh sikap hidupnya (metanoia).
Apa manfaatnya?
Dilansir dari Catholics Come Home, ada banyak manfaat yang kita dapatkan dari sakramen pengakuan dosa ini.
Santo Agustinus dan banyak orang suci dalam Gereja Katolik telah membicarakan betapa pentingnya untuk kita mengetahui siapa diri kita.
Dengan mengetahui siapa kita lebih baik dan dalam, kita dapat menyadari seberapa jauhnya kita dari Tuhan. Dengan begitu kita tahu bahwa kita membutuhkan bantuan-Nya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022