Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Agustus 2026 | 16.36 WIB

Kapel Stasi Santo Thomas Retak akibat Gempa, JHL Foundation Kirim Bantuan untuk Umat di Watujuke

Paket bantuan dari JHL Foundation untuk warga di Watujuke. (JHL Foundation) - Image

Paket bantuan dari JHL Foundation untuk warga di Watujuke. (JHL Foundation)

JawaPos.com - Sebanyak 100 paket sembako dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih atau JHL Foundation disalurkan kepada umat Katolik Stasi Santo Thomas Watujuke, Kuasi Paroki Santo Simon Petrus Anaranda, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut diberikan kepada warga yang terdampak gempa bumi dan disalurkan setelah umat mengikuti misa di halaman rumah warga pada Sabtu (22/8) malam.

Setiap paket bantuan berisi beras seberat 5 kilogram, telur, dan mi instan. Bagi warga, bantuan tersebut menjadi penting karena kondisi pascagempa masih membuat aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan peribadatan, belum sepenuhnya kembali normal.

Umat Stasi Santo Thomas Watujuke hingga kini belum dapat kembali beribadah di kapela. Bangunan kapela mengalami keretakan akibat gempa sehingga umat memilih melaksanakan misa di rumah warga.

Kondisi tersebut juga membuat jadwal peribadatan harus menyesuaikan keadaan. Misa tidak digelar pada Sabtu malam seperti biasanya karena umat masih menghadapi situasi pascagempa.

Misa kemudian dilaksanakan di halaman rumah warga tanpa menggunakan tenda. Setelah mengikuti misa, umat menerima bantuan sembako yang disalurkan JHL Foundation.

Jarak gereja dari permukiman warga mencapai kurang lebih tiga kilometer. Kondisi gempa juga masih meninggalkan trauma bagi sebagian warga, terutama anak-anak.

Salah seorang umat setempat, Piter Mbete, mengatakan ketakutan masih dirasakan warga setelah gempa. Keretakan pada sejumlah rumah membuat warga belum merasa aman untuk beraktivitas di dalam rumah.

“Anak-anak masih trauma dengan gempa. Kami juga masih takut berada di dalam rumah karena banyak rumah yang mengalami keretakan,” ujar Piter.

Meski mengalami kerusakan, tidak ada umat yang dilaporkan menjadi korban jiwa maupun mengalami luka akibat gempa. Kerusakan lebih banyak terjadi pada rumah warga, sementara kapel mengalami keretakan dan belum dapat digunakan untuk kegiatan misa.

Desa Mautinda dan Desa Ratewati merupakan wilayah dengan mayoritas masyarakat beragama Katolik. Dampak gempa turut memengaruhi kehidupan umat, termasuk pelaksanaan kegiatan keagamaan yang biasanya dilakukan di kapel.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore