Masyarakat bergotong royong (Dok. kemenag.go.id)
JawaPos.com - Di tengah arus modernisasi dan gaya hidup individualistik, masyarakat Minahasa di Sulawesi Utara tetap memegang teguh sebuah filosofi kuno yang mengakar kuat dalam kehidupan sosial mereka, yaitu Mapalus.
Lebih dari sekadar praktik gotong royong, Mapalus adalah sistem kerja kolektif yang berlandaskan empati, solidaritas, dan tanggung jawab bersama. Tradisi ini telah menjadi fondasi sosial masyarakat Minahasa sejak zaman leluhur, terutama dalam kegiatan pertanian, pembangunan rumah, hingga momen duka dan perayaan.
Mapalus berasal dari kata "ma" dan "palus" dalam bahasa Minahasa, yang berarti proses aktif untuk "mengisi" atau "menuangkan" sesuatu ke dalam wadah lain. Secara filosofis, Mapalus adalah bentuk kerja sama yang dilakukan dengan kesadaran penuh dan tanggung jawab untuk saling menghidupkan dan menyejahterakan komunitas.
Dalam studi di International Journal of Arts and Social Science, peneliti menyebut bahwa "Mapalus dilakukan dengan kesadaran penuh dan tanggung jawab untuk saling menghidupkan dan menyejahterakan komunitas." Kutipan ini menegaskan bahwa Mapalus bukan sekadar aktivitas sosial, melainkan sistem nilai yang menyentuh aspek spiritual dan etis masyarakat Minahasa.
Tradisi ini awalnya berkembang di sektor pertanian, di mana kelompok Mapalus yang terdiri dari 10-30 orang bekerja bergiliran di lahan masing-masing anggota. Namun seiring waktu, Mapalus meluas ke berbagai aspek kehidupan, dari pembangunan rumah, pengumpulan dana untuk pernikahan, hingga dukungan saat terjadi bencana.
Mapalus juga menjadi simbol solidaritas dalam acara duka, di mana bantuan diberikan secara spontan dan tulus. Dalam konteks ini, Mapalus berfungsi sebagai perekat sosial dan penjaga keseimbangan komunitas.
Menariknya, Mapalus juga memiliki dimensi spiritual dan nasionalisme yang kuat. Dalam studi The Existence of Mapalus in Minahasa Community yang diunggah di laman Academia.edu, Mapalus dikaitkan dengan prinsip "Five Loyalties" atau Letek Lima, yang mencakup kesetiaan kepada Tuhan, negara, leluhur, orang tua, dan komunitas. Peneliti menyebut bahwa "Mapalus adalah bentuk nyata dari prinsip hidup Minahasa yang mengedepankan kemanusiaan dan kesejahteraan bersama."
Jika diterjemahkan, Mapalus adalah bentuk nyata dari prinsip hidup Minahasa yang mengedepankan kemanusiaan dan kesejahteraan bersama. Nilai-nilai ini menjadikan Mapalus sebagai sistem sosial yang tidak hanya relevan secara lokal, tetapi juga menginspirasi praktik pembangunan berbasis komunitas di tingkat global.
Dalam konteks keberagaman agama dan etnis di Sulawesi Utara, Mapalus berperan penting dalam menjaga harmoni sosial. Studi dari jurnal Al-Qalam menyebut bahwa "Mapalus mengandung nilai solidaritas, kerja sama, kejujuran, kesetaraan, dan saling menghormati, semua itu sangat membantu dalam kehidupan masyarakat yang majemuk."
Nilai-nilai ini sejalan dengan indikator moderasi beragama, seperti sikap anti-kekerasan, keterbukaan terhadap budaya lokal, dan penghormatan terhadap perbedaan. Di desa-desa seperti Kema Satu dan Wineru, Mapalus menjadi praktik nyata toleransi, di mana umat Islam dan Kristen saling membantu dalam perayaan hari besar keagamaan dan pembangunan rumah ibadah.
Revitalisasi Mapalus bukan sekadar pelestarian tradisi, melainkan juga strategi membangun masyarakat yang tangguh dan harmonis. Di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, konflik sosial, dan krisis ekonomi, filosofi gotong royong seperti Mapalus menjadi kunci untuk menciptakan masa depan yang lebih solid dalam kebersamaan.
Bagi generasi muda Minahasa, mengenal dan menghidupi Mapalus adalah bentuk penghormatan terhadap kearifan leluhur sekaligus langkah menuju pembangunan yang berakar pada nilai-nilai lokal.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
