Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Mei 2025 | 01.41 WIB

7 Fakta tentang Hari Kenaikan Yesus Kristus yang Jarang Diketahui: Pemahaman Lebih Dalam tentang Iman, Harapan, dan Panggilan

Ilustrasi Kenaikan Yesus Kristus. (Vecteezy) - Image

Ilustrasi Kenaikan Yesus Kristus. (Vecteezy)

JawaPos.com - Bagi banyak umat Kristiani, Hari Kenaikan Yesus Kristus sering dipandang sebagai momen penutup kisah kebangkitan. Tapi sesungguhnya, peristiwa ini justru membuka babak baru dalam sejarah keselamatan.

Dirayakan 40 hari setelah Paskah, Hari Kenaikan adalah puncak dari misi Yesus di dunia dan awal pengutusan para murid-Nya.

Menyelami makna hari ini akan membawa kita pada pemahaman yang lebih dalam tentang iman, harapan, dan panggilan.

Berikut tujuh fakta menarik dan sering terlewatkan tentang Hari Kenaikan Yesus Kristus.

1. Dicatat Jelas dalam Alkitab

Banyak orang tak menyadari bahwa peristiwa Kenaikan bukan hanya ajaran gereja, tapi benar-benar tercatat dalam Alkitab.

Injil Lukas (24:50–53) menggambarkan bagaimana Yesus memberkati para murid sebelum terangkat ke surga.

Sementara itu, dalam Kisah Para Rasul (1:9–11), dituliskan bagaimana para murid menyaksikan langsung ketika Yesus "diangkat dan awan menutupi-Nya dari pandangan mereka".

Sebuah momen penuh keagungan yang menjadi saksi terakhir kehadiran-Nya secara fisik di dunia.

2. Terjadi di Hari ke-40 setelah Kebangkitan

Angka 40 dalam Alkitab tidak pernah sembarangan. Musa berpuasa 40 hari di Gunung Sinai, bangsa Israel mengembara 40 tahun di padang gurun, dan Yesus sendiri berpuasa 40 hari sebelum memulai pelayanan-Nya.

Maka ketika kenaikan-Nya terjadi tepat 40 hari setelah kebangkitan, itu bukan kebetulan. Ini menandai akhir dari masa pengajaran dan persiapan intensif Yesus bagi para murid sebelum mereka diutus.

3. Kenaikan Terjadi Secara Fisik dan Disaksikan Langsung

Tidak sedikit yang mengira Yesus hanya “menghilang” atau “berpindah alam”. Padahal, Kitab Kisah Para Rasul mencatat bahwa Yesus benar-benar naik secara fisik, dengan tubuh yang telah dibangkitkan, di hadapan mata para murid.

Awan menutupi-Nya, bukan sebagai tirai mistis, tapi simbol kehadiran ilahi—seperti saat Allah menyertai umat Israel dalam tiang awan. Ini bukan simbolisme kosong, melainkan pengangkatan nyata yang menggenapi nubuatan.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore