Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Agustus 2024 | 00.29 WIB

Mulai dari Tari Hudoq Hingga Punan Letto, Simak 6 Tarian Tradisional Kalimantan Timur yang Sangat Memukau

Potret Tari Hudoq. (Tangkap layar (Instagram.com/@muri.org) - Image

Potret Tari Hudoq. (Tangkap layar (Instagram.com/@muri.org)

JawaPos.com - Bicara tentang kesenian khas Nusantara memang selalu menarik, termasuk tarian tradisional khas Kalimantan Timur yang nantinya akan menjadi wilayah ibukota baru yakni IKN.

Terlebih nanti saat upacara HUT RI yang ke-79 akan dilaksanakan di IKN, pastinya akan ada seni pertunjukkan khas Kalimantan Timur yang sangat memukau.

Sebagai warga yang mencintai tanah air, mengutip dari laman Kemenparekraf, ada 6 tarian tradisional khas Kalimantan Timur yang perlu kita ketahui.

1. Tari Hudoq

Tari Hudoq menjadi salah satu seni pertunjukkan Kalimantan Timur yang sukses menarik perhatian para wisatawan. Tarian tradisional ini identik dengan topeng kayu besar, ditutupi dengan daun pisang, daun kelapa, daun pinang.

Tari Hudoq ini berasal dari Suku Dayak Modang yang memiliki unsur estetis dan kental dengan hal-hal mistis.

Menurut kepercayaan warga setempat, tarian tradisional ini merupakan permohonan kepada sang Pencipta agar hasil panen melimpah dan penuh kesejahteraan.

2. Tari Datun Ngentau

Tari Datun Ngentau adalah sebuah tarian adat Suku Dayak Kenyah di Kalimantan Timur, tarian tersebut ditampilkan dalam Upacara Mendaq Undat dalam rangka mengucap rasa syukur atas panen padi yang diperoleh.

Tari Datun Ngentau memiliki makna yang cukup mendalam, seperti gerakan hentakan kaki dan gerakan maju menggambarkan kehidupan masyarakat Dayak Kenyah yang bergantung pada tenaga maupun kekuatan manusia secara fisik, seperti jalan kaki untuk pergi ke hutan maupun gunung.

Sementara gerakan lambaian dan ayunan tangan pada Tari Datun Ngentau melambangkan wujud syukur dan kegembiraan, sekaligus memohon keselamatan serta dijauhkan dari pengaruh jahat.

3. Tari Burung Enggang

Pada zaman dahulu, tarian asal Suku Dayak Kenyah ini diadakan ketika menyambut para pahlawan yang menang di medang perang, tapi saat ini diadakan untuk menyambut pemerintah atau tamu-tamu besar kenegaraan.

Menurut kepercayaan, Tari Burung Enggang ini dilambangkan simbol perpindahan warga Suku Dayak Kenyah dari satu tempat ke tempat lain. Hal ini berkaitan dengan kebiasaan masyarakat lokal yang dulunya sering berpindah tempat untuk mencari keselamatan dan menghindari perang antar suku.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore