Foto Elo dan Duwi ketika wisuda (Instagram Universitas Brawijaya)
JawaPos.com – Di dunia yang terus bergerak maju, seringkali diingatkan bahwa keberhasilan seseorang tidak ada batasnya. Kisah-kisah keberhasilan, banyak datang dari tempat yang penuh tantangan.
Kali ini akan membawa kita pada perjalanan yang menginspirasi, menyelami kisah mahasiswa disabilitas menuju puncak pendidikan tinggi yaitu gelar sarjana.
Mahasiswa disabilitas tidak hanya melibatkan upaya akademis, tetapi juga kisah keberanian, ketekunan, dan tekad yang luar biasa.
Mahasiswa disabilitas tetap mengikuti kurikulum yang ketat dan juga menghadapi tantangan yang unik sesuai dengan keadaan mereka.
Namun, ditengah kesulitan yang dihadapi, mereka menunjukkan keuletan dan semangat belajar yang tinggi yang bisa mengilhami banyak orang.
Kali ini akan membahas keberhasilan mahasiswa disabilitas yang dapat memberikan sorotan serta dapat membuktikan bahwa pendidikan adalah hak yang dapat diakses oleh semua orang, tanpa memandang kondisi fisik maupun mental.
Universitas Brawijaya sebagai salah satu kampus inklusi terbaik di Indonesia menciptakan lingkungan yang ramah dan dapat diakses bagi semua mahasiswa termasuk mahasiswa disabilitas.
Baca Juga: Kemendikbudristek Hadirkan ‘Praktisi Mengajar’ Jembatan yang Menghubungkan Mahasiswa dan Praktisi
Upaya ini mencakup aksesibilitas fisik, dukungan akademis, fasilitas yang ramah disabilitas, serta pelatihan dan kesadaran bagi staf dan mahasiswa.
Universitas Brawijaya sudah meluluskan 52.9% mahasiswa disabilitas dari jumlah keseluruhan yang ada sejak tahun 2009.
Ada 3 mahasiswa disabilitas yang lulus dari Universitas Brawijaya dan mengikuti proses wisuda Periode XI Tahun Akademik 2023-2024 yaitu Elo Kusuma Alfred Mandeville dari Jurusan DKV Fakultas Vokasi, Duwi Purnama Sidik dari Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Ilmu Komputer, dan Gerry Akbar Krisyono dari Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik.
“Buat teman-teman disabilitas diluar sana yang takut ingin melanjutkan studi, jangan takut. Karena diluar sana banyak orang baik yang siap akan bantu kalian jika kesusahan. Jangan takut mengejar mimpi, teruslah semangat mengejar mimpi kalian. Terakhir pesanku buat teman-teman. Tunjukan apa yang kau mampu maka orang akan melihat kemampuanmu bukan keadaanmu,” papar Duwi kepada Jawa Pos.
Duwi berpesan kepada teman-teman disabilitas supaya tidak pernah takut untuk melanjutkan pendidikan.
Dari pesan yang dipaparkan Duwi, memberikan dorongan kepada teman-teman untuk mengatasi ketakutan dalam melanjutkan studi, tidak takut mengejar mimpi, dan terus semangat dalam mengejar tujuan pendidikan yang memberikan dorongan positif.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
