Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Oktober 2018 | 12.39 WIB

Kerugian Gempa di Sulteng Tembus Rp 18,4 Triliun, Ini Rinciannya

Salah satu bangunan di Palu, Sulawesi Tengah ambruk usai diguncang gempa dan tsunami 28 September 2018. BNPB memprediksi jika kerugian akibat gempa dan tsunami terus meningkat. - Image

Salah satu bangunan di Palu, Sulawesi Tengah ambruk usai diguncang gempa dan tsunami 28 September 2018. BNPB memprediksi jika kerugian akibat gempa dan tsunami terus meningkat.

JawaPos.com - Dampak ekonomi kerugian dan kerusakan akibat bencana gempa disertai tsunami di Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah terus meningkat. Angka sementaranya bahkan mencapai Rp 18,4 triliun.


Sebelumnya kerugian hanya ditaksir Rp 13,8 triliun per Minggu (21/10) lalu. Namun jumlahnya membengkak lantaran makin banyaknya kerusakan.


“Diperkirakan dampak ekonomi berupa kerugian dan kerusakan akibat bencana di Sulawesi Tengah ini masih akan terus bertambah. Belum semua daftar kerusakan selesai didata,” ujar Kepala Pusdatinmas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu (28/10).


Rinciannya, yakni kerugian mencapai Rp 2,89 triliun dan kerusakan mencapai Rp 15,58 triliun.


“Pengertian kerusakan adalah nilai kerusakan stok fisik asset. Sedangkan kerugian adalah arus ekonomi yang terganggu akibat bencana, yaitu pendapatan yang hilang dan atau biaya yang bertambah akibat bencana pada 5 sektor yaitu permukiman, infrastruktur, ekonomi, sosial dan lintas sektor,” jelas Sutopo.


Dari sektor permukiman mencapai Rp 9,41 triliun, sektor infrastruktur Rp 1,05 triliun, sektor ekonomi Rp 4,22 triliun, sektor sosial Rp 3,37 triliun, dan lintas sektor mencapai Rp 0,44 trilyun.


“Dampak kerugian dan kerusakan di sektor permukiman adalah paling besar karena luas dan masifnya dampak bencana. Hampir sepanjang pantai di Teluk Palu bangunan rata tanah dan rusak berat,” tutur dia.


Saat ini, tim hitung cepat rehabilitasi dan rekonstruksi BNPB dan UNDP, terus menghitung dampak dan kebutuhan untuk pemulihan nantinya. Kebutuhan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana diperkirakan lebih dari Rp 10 triliun.


“Tentu ini bukan tugas yang mudah dan ringan, namun Pemerintah dan Pemda akan siap membangun kembali nantinya,” katanya.


Sementara itu, data korban hingga Minggu (28/10), tercatat 2.086 orang meninggal dunia. Sebanyak 1.309 orang hilang. Korban luka-luka tercatat 4.438 orang, dan mengungsi sebanyak 206.524 orang.


Secara umum kondisi masyarakat sudah kondusif, perekonomian masyarakat mulai berjalan normal. Sinyal telekomunikasi dan internet telah pulih. Pelayanan listrik PLN sudah mencapai 97 persen.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore