
Tagana Dalam Operasi Evakuasi dan Pembagian Masker di Jogjakarta
JawaPos.com - Pemerintah mengerahkan 109 personil Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kementerian Sosial di Yogyakarta (DIY) dan Kabupaten Sleman. Mereka ditugaskan untuk
membagikan masker bagi warga terdampak erupsi Gunung Merapi.
"Karena memang kan di sana terjadi hujan abu. Kami juga mengarahkan warga ke titik aman. Mereka juga melakukan pantauan di wilayah rawan," ujar Dirjen Perjamsos Kemensos, Harry Hikmat di Bengkulu, Jumat (11/5).
Harry menyampaikan, Tim Tagana Sleman dan Tagana DIY juga membantu evakuasi terhadap peralatan 214 siswa SMP Piyungan.
Saat erupsi terjadi, mereka diketahui tengah melakukan kemah di Wonogondang, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman.
"Para siswa kemudian dipindahkan ke titik aman di barak Plosokerep, Umbulharjo, Cangkringan," jelas Harry.
Adapun lokasi titik aman kumpul masyarakat berada di Lapangan Tritis jumlah 212 jiwa, Balai Desa Umbulharjo jumlah 503 jiwa, dan Balai Desa Purwobinangun Pakem Sleman sebanyak 124 jiwa.
"Pukul 10.00 WIB (kemarin) masyarakat yang di titik aman sudah kembali ke rumah masing-masing," katanya.
Terkait kesiapsiagaan, Harry melihat sumber daya Dinas Sosial DIY dan Dinas Sosial Kabupaten/Kota Sleman dalam antisipasi terdiri dari bufferstock.
Di antaranya berupa beras reguler sejumlah 28.465 kg, paket lauk pauk A,B,C,D masing-masing sebanyak 867 paket, paket foodware sebanyak 257 paket, dan tenda.
Dinas Sosial Kabupaten Sleman, lanjut Harry, menyiapkan Tagana sejumlah 332 orang, 4 KSB di lereng Gunung Merapi, dan kendaraan Penanggulangan Bencana sejumlah 3 unit (RTU, DUMLAP, dan sepeda motor trail).
"Saat ini ketersediaan logistik di Gudang Penanggulangan Bencana Dinas Sosial DIY baik permakanan dan lain sebagainya siap dan mencukupi jika terjadi kondisi ekstrim," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM, erupsi Gunungapi Merapi terjadi diawali dengan suara gemuruh kecil, lalu terasa getaran di seputar Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan dengan durasi selama 10 menit.
Ketinggian kolom erupsi mencapai 5,5 km di atas puncak dan lama letusan terjadi selama 5 menit.
Dampaknya, terjadi hujan abu dan pasir tipis di sekitar Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang.
Erupsi berlangsung satu kali dan tidak diikuti erupsi susulan. Paska erupsi, kegempaan yang terekam tidak mengalami perubahan dan suhu kawah mengalami penurunan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
