
Chief Executive Officer (CEO) sekaligus co-founder kitabisa.com, M. Alfatih Timur.
JawaPos.com - Di zaman internet sekarang ini, ilmu pengetahuan bisa begitu mudah diperoleh. Namun sayangnya, banyak daerah pelosok di Indonesia belum terjangkau akses internet.
Keterbatasan inipun tak ayal membuat anak-anak di pelosok itu sulit untuk melihat dunia luar. Kondisi inilah yang mendorong Najeela Shihab, seorang pemerhati pendidikan, menggandeng Chief Executive Officer (CEO) sekaligus co-founder kitabisa.com M Al-Fatih Timur menyebarkan flash disk ke pelosok.
Tujuan mereka adalah agar anak-anak memiliki lebih banyak wawasan dan pilihan menentukan cita-cita mereka. Kepada JawaPos.com, pria yang akrab disapa Timmy itupun menceritakan awal mula gerakan yang dinamakan #KirimBudi itu.
"Awalnya mba Najeela, beliau sudah punya gerakan namanya inibudi.org, berupa kumpulan video profesi dan video belajar. Tapi, memang di YouTube saja. Beliau berfikir meluaskan itu ke daerah tanpa akses internet," katanya ditemui Kamis (26/4).
Tertarik dengan gagasan Najeela, Timmy pun memutuskan bergabung. Dia mengembangkan ide menyebarkan flash disk ke pelosok.
"Awalnya flash disk ini dititip ke orang-orang yang akan pulang kampung untuk di-share ke SD-SD terdekat. Tapi, terfikir membuatnya menjadi gerakan, jadilah #KirimBudi," terang Timmy.
Melalui flash disk ini, kedua anak muda itu menyebarkan mimpi ke anak-anak di pelosok tanah air. Mereka berharap, anak-anak yang menonton video dalam flash disk itu tergugah semangatnya untuk mempunyai mimpi dan mencapai cita-cita.
"Ya, kalau di kampung kan mereka tahunya cuma (profesi) guru, dokter, dan insinyur. Itu-itu saja. Simpelnya, kami ingin bisa kasih mereka impian tambahan ke depannya," kata pria asal Padang itu.
Meski saat ini konten video profesi itu baru mencapai puluhan, namun ke depan Timmy berharap akan bertambah banyak. Isinya pun bukan hanya orang-orang yang sudah punya nama, tetapi juga mereka yang ahli di bidangnya namun belum terekspos.
Timmy pun mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan ini, dengan cara memberikan donasi Rp 100ribu untuk menyebarkan satu flash disk ke daerah pelosok.
"Kami ajak masyarakat berpartisipasi dengan cara pertama kitabisa.com/kirimbudi, di situ ada tombol donasi. Kedua, orang bikin video sendiri. Jika mereka ingin bikin video untuk profesinya diketahui anak-anak di desa, ya bikin aja. Nanti dipilih dan kami taruh di flash disk dan upload ke YouTube," paparnya.
Timmy berharap ke depan, gerakan ini semakin banyak mendapat dukungan dari masyarakat. Sebab, jangankan di daerah pelosok. Di Banten yang masih dekat dengan ibukota saja, banyak yang belum bisa mengakses internet.
"Apapun yang terjadi, modalnya mimpi. Tapi, bagi mereka, bermimpi itu mahal. Padahal, dengan mimpi semua itu bisa terjadi. Semoga gerakan ini bisa membuat magic, gitu sih," pungkasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
