Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Maret 2018 | 06.33 WIB

Diterima di Istana Negara, Ini 3 Permintaan Nyak Sandang Pada Jokowi

Nyak Sandang bersama anak laki-lakinya saat berdialog dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (21/3). - Image

Nyak Sandang bersama anak laki-lakinya saat berdialog dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (21/3).

JawaPos.com - Pertemuan Presiden Joko Widodo dan Nyak Sandang akhirnya terwujud. Ditemani dua orang anaknya, Maturidi dan Khaidar, kake yang kini sudah berumur 91 tahun itu akhinya diperkenankan memasuki Istana Kepresidenan, Jakarta.


"Ayah senang sekali bisa bertemu Presiden," kata Maturidi yang menerjemahkan ayahnya berbincang dengan Presiden menggunakan bahasa Aceh, Rabu (21/3).


Dalam pertemuannya, Nyak Sandang menyampaikan beberapa permohonan kepada Jokowi. Salah satunya mengenai bantuan untuk operasi katarak.


"Baik nanti saya uruskan untuk kataraknya. Katarak kan operasi ringan, besok tolong dicek ke rumah sakit untuk kataraknya," ujar Maturidi menirutkan jawab Presiden Jokowi.


Lebih lanjut, Nyak Sandang pun meminta agar dibuatkan masjid di kampungnya di Lamno, Aceh. Jokowi pun menanggapi hal ini dengan positif, dia akan segera mengirim tim untuk mengecek kondisi di sana. Untuk permintaanya yang terakhir, Nyak berkeinginan untuk pergi haji.


"Ingin naik haji. Kalau bisa tahun ini, karena sudah tua," lanjut Maturidi.


Terkait hal ini, Jokowi berjanji akan mengupayakannya dan berkoordinasi dengan Menteri Agama. Sambil menunggu kepastian keberangkatan haji, dirinya menawarkan Nyak Sandang untuk umroh terlebih dahulu.


Dalam kunjungannya, Nyak Sandang menunjukkan bukti obligasi Pemerintah Indonesia tahun 1950 yang dimilikinya.


Seperti diketahui, Nyak Sandang, salah seorang yang ikut andil menyumbangkan harta kekayaannya untuk membeli pesawat pertama Indonesia.


Hal ini berawal dari tahun 1948 saat Presiden Soekarno berkunjung ke tanah Aceh guna mencari dana, Nyak Sandang yang kala itu berusia 23 tahun, menjual sepetak tanah dan 10 gram emas bersama orang tuanya. Hartanya yang dihargai Rp100 pun diserahkan kepada negara.


Presiden Soekarno pun menerima sumbangan dari masyarakat Aceh sebanyak SGD 120 ribu dan 20 kg emas murni untuk membeli dua pesawat terbang yang diberi nama Seulawah R-001 dan Seulawah R-002.


Dua pesawat tersebut merupakan cikal bakal maskapai Garuda Indonesia Airways. Dalam penghujung perbincangan, Nyak Sandang berterima kasih kepada Presiden.


"Terima kasih Bapak Presiden sudah punya waktu untuk kami," ungkap Nyak Sandang.


Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore