
Nyak Sandang, pemilik bukti obligasi sumbangan pembelian pesawat Dakota RI-001 saat ditemui Presiden Jokowi di Istana.
JawaPos.com - Harapan salah satu donatur pesawat pertama di Indonesia, Nyak Sandang akhirnya terwujud. Sore ini, Nyak Sandang dan anaknya diizinkan berkunjung ke Istana Kepresidenan, Jakarta.
Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin. Dia menjelaskan secara singkat atas pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Nyak Sandang.
"Iya benar jam 18.25 WIB tadi bersama anak-anaknya," ujar Bey kepada JawaPos.com, Rabu (21/3).
Bey menjelaskan, pertemuan singkat itu hanya membicarakan kondisi penglihatan Nyak Sandang yang tidak optimal lagi. Sehingga, harus dilakukan tindakan medis untuk membuatnya melihat kembali
Hal senada juga diungkapkan juga oleh humas Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh, Rahmat Aulia. Dirinya menyatakan, ada kabar baik dari istana untuk lelaki berumur 91 tahun ini.
"Tadi sore Alhamdulillah kita baru aja jumpa sama Presiden Jokowi di Istana, besok rencana check up ke rumah sakit untuk operasi katarak," jelas Rahmat saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (21/3).
Rahmat pun menyatakan Nyak Sandang dan anak-anaknya bahagia karena diterima baik oleh Presiden. Bahkan, mendapat hadiah yang tidak diduga yaitu pengobatan dan operasi Katarak yang dialami sejak tahun 2011.
Nyak Sandang tiba di Jakarta, Selasa malam dengan menggunakan pesawat Batik Air. Ia ditemani anak-anaknya dan relawan ACT Aceh karena memenuhi panggilan talkshow di salah satu televisi swasta.
Diketahui, saat itu Indonesia memiliki pesawat pertama bernama Dakota RI-001. Burung besi itu merupakan hasil sumbangan masyarakat Aceh. Salah satunya adalah keluarga Nyak Sandang.
JawaPos.com berkempatan mengunjungi kediaman Nyak Sandang di Gampong Desa Lhuet, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh. Usia Nyak Sandang tak lagi muda. Namun pria kelahiran Mukhan, 4 Februari 1927 itu masih mengingat jelas peristiwa yang terjadi pada 1950 silam.
Nyak Sandang berkisah, saat itu masyarakat Aceh sangat antusias untuk menyumbang pembelian pesawat. Khususnya warga Lamno, Aceh Jaya. Seruan untuk menyumbang datang dari seorang ulama yang disegani dan dihormati. Adalah Abu Sabang atau Muhammad Idrus.
Demi bisa membantu pemerintah, orang tua Nyak Sandang rela menjual tanah yang ditanami 40 pohon kelapa. Ketika itu laku Rp 100 ribu. Selanjutnya uang diserahkan kepada perwakilan pemerintah.
"Apa boleh buat, saya jual karena perlu uang dan sudah cinta dengan negara. Makanya direlakan. Bukan saya yang memberikan uangnya. Tapi ayah saya. Ketika itu, uang sumbangan diserah kepada seorang Wedana Kewedanaan (Bupati) Aceh Jaya. Setelah disetor ke Calang, baru mendapat kuitansi," ungkap Nyak Sandang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
