
Pengiriman bantuan untuk KLB Campak dan Gizi Buruk
JawaPos.com - Wabah campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Papua semakin meluas ke Kabupaten Pegunungan Bintang, daerah yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Dari laporan yang didapatkan Mabes TNI, 27 orang meninggal dunia. 23 di antaranya balita.
Atas data ini, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto telah memerintahkan jajarannya terjun ke Kabupaten Pegunungan Bintang untuk memberikan pertolongan. TNI mengirim tenaga medis dan obat-obatan.
Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah mengungkapkan, perintah panglima TNI tersebut sudah disampaikan ke Kodam XVII/Cenderawasih serta Satuan Tugas (Satgas) Kesehatan TNI Kejadian Luar Biasa (KLB). "Untuk segera mengambil langkah penyelamatan dengan memeriksa dan memberikan bantuan," ungkap Sabrar kepada Jawa Pos kemarin.
Sabrar menjelaskan, Kampung Pedam di Distrik Okbab menjadi daerah dengan kondisi paling buruk. Serangan campak dan gizi buruk di Kampung Pedam kali pertama dilaporkan pihak Korem 172/Praja Wira Yakthi bersama petugas medis dari RSUD Kabupaten Pegunungan Bintang. Mereka sudah melaksanakan prosedur pertolongan pertama. Agar lebih efektif, TNI bakal menambah petugas medis di lokasi tersebut.
"Hari ini (kemarin, Red) panglima TNI memerintahkan untuk dikirim tim kesehatan dari Timika," terang Sabrar.
Sabrar mengungkapkan, mengakses Distrik Okbab tidaklah mudah. Paling cepat lewat jalur udara. Namun, tidak bisa sembarangan pesawat yang dipakai. "Harus menggunakan pesawat kecil atau heli," ucap dia. Jika memaksakan lewat jalur darat, mereka harus berjalan kaki melalui medan yang berat.
Ketika dikonfirmasi, Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel M. Aidi menyampaikan, informasi tentang wabah campak dan gizi buruk di Kabupaten Pegunungan Bintang sudah diterima Selasa lalu (16/1). "Telah terjadi wabah yang mengakibatkan masyarakat meninggal sebanyak 27 orang," ungkapnya. "Dari angka tersebut, 23 merupakan balita," lanjutnya.
Berbagai kendala membuat tim dari Kodam XVII/Cenderawasih tidak bisa segera bergerak. Alhasil, tim baru bergerak empat hari setelah laporan diterima. Kodam XVII/Cenderawasih mengirim 12 petugas medis. Terdiri atas seorang ketua tim, tiga prajurit TNI, dua dokter RSUD Kabupaten Pegunungan Bintang, empat perawat, serta dua ahli gizi. Mereka bertolak ke Distrik Okbab dengan pesawat Pilatus. Dari sana, mereka melanjutkan perjalanan ke Kampung Pedam. "Ditempuh selama satu hari jalan kaki," tutur Aidi.
Bersamaan dengan pengiriman petugas medis ke Kabupaten Pegunungan Bintang, pesawat Hercules TNI-AU yang diterbangkan Mabes TNI dari Jakarta ke Papua mendarat di Lanud Timika. Tidak kurang dari 9 ton bantuan yang berupa makanan, minuman, serta pakaian dikirim dengan pesawat tersebut. Menurut Aidi, bantuan itu disimpan di dua lokasi. Tujuannya, distribusi lebih efektif. "Saat ini disimpan di Kodam XVII/Cenderawasih dan Kodim 1710/Mimika," imbuhnya.
Sementara itu, Kabidhumas Polda Papua Kombespol A.M. Kamal menuturkan, pihaknya telah menerjunkan Kapolres untuk memastikan kejadian tersebut. "Kapolres sudah terjun, harus jalan kaki beberapa jam," terangnya saat dihubungi Jawa Pos kemarin.
Menurut dia, sama halnya dengan yang terjadi di Asmat, Polda Papua akan semaksimalnya membantu.
Sebelumnya, Polda Papua mengevakuasi 14 anak suku Asmat ke Rumah Sakit Agats. Perinciannya, 11 anak menderita gizi buruk, 1 anak mengalami patah kaki dan tangan, serta 2 anak terserang campak. Evakuasi dilakukan dengan kapal Polair Polres Mimika.
Polda Papua juga telah memeriksa kesehatan 472 pasien dari suku Asmat. Sebanyak 10 pasien di antaranya dirujuk ke puskesmas karena terserang campak, mengalami dehidrasi, dan kurang gizi. "Yang diimunisasi 112 orang," terang Kamal. Kasus di Kabupaten Asmat telah menewaskan 46 orang.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
