
Sekjen Kemhan Letjen TNI Tri Budi Utomo menutup diklat SPPI untuk calon manajer Kopdes Kelurahan dan Kampung Nelayan Merah Putih di Lanun TNI AU Halim Perdanakusuma, Jaktim, pada Jumat (31/7). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Letjen TNI Tri Budi Utomo menutup diklat Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Kelurahan dan Kampung Nelayan Merah Putih. Dia memastikan sebanyak 33.785 peserta diklat tersebut sudah siap ditempatkan di seluruh Indonesia.
”Bahwa seluruh peserta di seluruh Indonesia, bukan hanya di Jakarta saja, yang sudah bisa menyelesaikan pendidikan dan latihan ini berjumlah 33.785 orang,” ungkap dia usai menutup diklat tersebut di Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur (Jaktim), pada Jumat (31/7).
Usai menjalani diklat selama 1,5 bulan, puluhan ribu peserta diklat SPPI tersebut diizinkan kembali ke daerah asal masing-masing. Mereka diminta menunggu panggilan dari Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN). Pemanggilan itu nantinya untuk memastikan penetapan tugas para calon manajer kopdes dan kampung nelayan tersebut.
”Setelah kegiatan penutupan ini juga nanti akan dilaksanakan kegiatan mereka akan kembali ke daerahnya masing-masing dan nanti akan ada pemanggilan yang langsung dilaksanakan oleh panitia pusat dan akan ada penempatan oleh panitia pusat ataupun nanti yang akan ditentukan oleh BP BUMN,” jelasnya.
Nantinya, Tri Budi menyampaikan bahwa para peserta diklat SPPI itu akan dikontrak selama 2 tahun. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama (Dirut) PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo de Sousa Mota mengungkapkan bahwa sejauh ini sudah ada Kopdes Merah Putih yang beroperasi sebanyak 1.021.
Sementara yang masih dalam tahap pembangunan sebanyak 3.558 unit dan yang sudah selesai dibangun mencapai 18.672 unit. Seluruhnya tersebar di berbagai daerah Indonesia.
Dengan selesainya diklat SPPI yang dilaksanakan oleh Kemhan bersama TNI dan instansi lainnya, penempatan akan segera dilakukan.
”Jadi teman-teman yang sudah selesai dilatih ini akan segera kami deploy ke tempat-tempat yang sudah bisa operasi dan yang belum selesai pun sesuai dengan statistik yang ada,” ujarnya.
Sementara itu, berdasar data dari PT Agrinas Jaladri Nusantara, sudah terdaftar 100 Kampung Nelayan Merah Putih pada 2025 lalu. Sementara tahun ini, jumlahnya mencapai 1.369 titik. Seluruhnya sedang dalam proses pembangunan untuk segera dioperasionalkan.
Guna memenuhi kebutuhan personel di seluruh kopdes dan kampung nelayan, rencananya akan kembali diselenggarakan diklat SPPI. Namun demikian, detail pelaksanaannya masih akan dirapatkan bersama-sama oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Yang pasti bakal ada evaluasi agar tidak terulang peristiwa meninggalnya peserta di tengah pelatihan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022