Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Juli 2026 | 18.15 WIB

Tutup Diklat, Sekjen Kemhan Pastikan Manajer Kopdes Siap Bertugas

Sekjen Kemhan Letjen TNI Tri Budi Utomo menutup diklat SPPI untuk calon manajer Kopdes Kelurahan dan Kampung Nelayan Merah Putih di Lanun TNI AU Halim Perdanakusuma, Jaktim, pada Jumat (31/7). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com) - Image

Sekjen Kemhan Letjen TNI Tri Budi Utomo menutup diklat SPPI untuk calon manajer Kopdes Kelurahan dan Kampung Nelayan Merah Putih di Lanun TNI AU Halim Perdanakusuma, Jaktim, pada Jumat (31/7). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Letjen TNI Tri Budi Utomo menutup diklat Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Kelurahan dan Kampung Nelayan Merah Putih. Dia memastikan sebanyak 33.785 peserta diklat tersebut sudah siap ditempatkan di seluruh Indonesia.

”Bahwa seluruh peserta di seluruh Indonesia, bukan hanya di Jakarta saja, yang sudah bisa menyelesaikan pendidikan dan latihan ini berjumlah 33.785 orang,” ungkap dia usai menutup diklat tersebut di Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur (Jaktim), pada Jumat (31/7).

Usai menjalani diklat selama 1,5 bulan, puluhan ribu peserta diklat SPPI tersebut diizinkan kembali ke daerah asal masing-masing. Mereka diminta menunggu panggilan dari Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN). Pemanggilan itu nantinya untuk memastikan penetapan tugas para calon manajer kopdes dan kampung nelayan tersebut.

”Setelah kegiatan penutupan ini juga nanti akan dilaksanakan kegiatan mereka akan kembali ke daerahnya masing-masing dan nanti akan ada pemanggilan yang langsung dilaksanakan oleh panitia pusat dan akan ada penempatan oleh panitia pusat ataupun nanti yang akan ditentukan oleh BP BUMN,” jelasnya.

Nantinya, Tri Budi menyampaikan bahwa para peserta diklat SPPI itu akan dikontrak selama 2 tahun. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama (Dirut) PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo de Sousa Mota mengungkapkan bahwa sejauh ini sudah ada Kopdes Merah Putih yang beroperasi sebanyak 1.021.

Sementara yang masih dalam tahap pembangunan sebanyak 3.558 unit dan yang sudah selesai dibangun mencapai 18.672 unit. Seluruhnya tersebar di berbagai daerah Indonesia.

Dengan selesainya diklat SPPI yang dilaksanakan oleh Kemhan bersama TNI dan instansi lainnya, penempatan akan segera dilakukan.

”Jadi teman-teman yang sudah selesai dilatih ini akan segera kami deploy ke tempat-tempat yang sudah bisa operasi dan yang belum selesai pun sesuai dengan statistik yang ada,” ujarnya.

Sementara itu, berdasar data dari PT Agrinas Jaladri Nusantara, sudah terdaftar 100 Kampung Nelayan Merah Putih pada 2025 lalu. Sementara tahun ini, jumlahnya mencapai 1.369 titik. Seluruhnya sedang dalam proses pembangunan untuk segera dioperasionalkan.

Guna memenuhi kebutuhan personel di seluruh kopdes dan kampung nelayan, rencananya akan kembali diselenggarakan diklat SPPI. Namun demikian, detail pelaksanaannya masih akan dirapatkan bersama-sama oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Yang pasti bakal ada evaluasi agar tidak terulang peristiwa meninggalnya peserta di tengah pelatihan.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore