Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Desember 2017 | 00.18 WIB

Ini Ternyata Alasan Kenapa Badai Itu Pakai Nama Bunga

Diagram lintasan Soklon Tropis Dahlia - Image

Diagram lintasan Soklon Tropis Dahlia

JawaPos.com - Pusat Peringatan Siklon Tropis atau Tropical Cyclon Warning Center (TCWC) Jakarta memilih menggunakan nama bunga asli Indonesia dalam penamaan siklon agar mudah dikenal. Bukan nama tokoh wayang, nama gunung, atau nama orang. Tetapi yang dipilih adalah bunga meskipun diketahui siklon tropis memiliki dampak yang merusak.


Dibentuk sejak 2008, TCWC memiliki kewenangan untuk menamakan siklon tropis dengan menggunakan nama bunga. Penamaan diberikan sesuai abjad ketentuan World Meteorological Organization atau Badan Meteorologi Dunia.


Penamaan siklon-siklon tropis di Indonesia dan negara lain sengaja menggunakan istilah populer di negara masing-masing. Penamaan menggunakan nama yang mudah dikenal sehingga mudah diingat oleh masyarakat. Agar terkesan tidak menakutkan.


Tujuan utama penamaan siklon tropis pada dasarnya agar orang-orang mudah memahami dan mengingat siklon tropis di suatu wilayah. Sehingga dapat membantu meningkatkan peringatan dini, kesiapsiagaan, manajemen bencana dan pengurangan risiko bencana dari pengaruh siklon tropis.


"Sudah ada 4 siklon yang berada di wilayah Indonesia yang namanya diberi nama dengan bunga sejak tahun 2008, yaitu siklon tropis Anggrek pada 2010, Bakung pada 2014, Cempaka pada 2017, dan Dahlia pada 2017," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya Sabtu (2/12).


Sejak pertengahan 1900-an penamaan siklon menggunakan istilah feminin. Sebelum akhir 1900-an, para ahli prakiraan cuaca di Hampshire Selatan memberi nama badai dengan nama pria. Agar sistem penamaan lebih terorganisasi dan efisien, para pakar meteorologi kemudian memutuskan memberi nama siklon secara alphabet. Namanya diawali dengan huruf 'A', seperti Anne.


Sesuai ketentuan WMO, ada 10 area penamaan siklon yang diberi kewenangan memberikan nama yang mudah dikenal masyarakat setempat yaitu:
1. Nama di Laut Karibia, Teluk Meksiko dan Atlantik Utara.
2. Nama di Pasifik Timur-Utara.
3. Nama di Pasifik Utara-Tengah.
4. Nama di Pasifik Utara-Barat dan Laut China Selatan.
5. Wilayah TCWC Australia.
6. Wilayah Regional Spesialis Meteorologi Nadi.
7. Wilayah TCWC Port Moresby.
8. Wilayah TCWC Jakarta.
9. Nama Samudra Hindia Utara.
10.Nama Samudra Hindia Barat Daya.


Untuk TCWC Jakarta sudah menyiapkan nama bunga sesuai urut abjad. Seperti, Anggrek, Bakung, Cempaka, Dahlia, Flamboyan, Kenanga, Lili, Mangga, Seroja, dan Teratai.


"Alternatif untuk menggantikan nama siklon yang pensiun menggunakan nama buah, yakni Anggur, Belimbing, Duku, Jambu, Lengkeng, Melati, Nangka, Pisang, Rambutan, dan Sawo," kata Sutopo.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore