Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Desember 2017 | 00.09 WIB

Badai Siklon Tropis, Khofifah: Ini Belum Puncak Cuaca Ekstrem

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat memberikan bantuan kepada korban terdampak badai siklon tropis Cempaka di Balai Desa Kebonagung, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Sabtu (2/12). - Image

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat memberikan bantuan kepada korban terdampak badai siklon tropis Cempaka di Balai Desa Kebonagung, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Sabtu (2/12).

JawaPos.com - 323 Kabupaten dan kota di Indonesia masuk dalam daftar daerah berisiko tinggi terjadinya bencana alam. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, puncak cuaca ekstrem terjadi pada Desember 2017.


Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa berharap dampak badai siklon tropis bisa dijadikan sebagai pembelajaran dan pengalaman. Sehingga kedepannya dapat menentukan langkah-langkah antisipatif yang lebih detail.


Badai siklon tropis Cempaka dan Dahlia merupakan hal baru yang sudah bisa dideteksi oleh teknologi informasi (TI). Untuk itu, bagaimana sosialisasi tentang pemahaman itu sampai ke aparat desa dan masyarakat menjadi sangat penting.


"Ini harus menjadi pengalaman dan pembelajaran. Ini belum puncak cuaca ekstrem, kita sambung doa dan kewaspadaannya," kata Khofifah saat mengungjungi pengungsian warga di Balai Desa Kenonagung, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (2/12).


Badai siklon tropis Cempaka yang menerpa wilayah DIY beberapa hari lalu menyebabkan 11 orang tewas, dan kerugian material hingga miliaran rupiah. Pada kunjungannya ini, Mensos menyalurkan bantuan sebesar Rp 1,8 miliar.


Untuk korban jiwa mendapatkan santunan Rp 15 juta yang diterima ahli waris. Sementara yang mengalami luka berat mendapatkan Rp 2,5 juta. Nantinya juga ada bantuan Jaminan Hidup (Jadup) kepada mereka yang rumahnya mengalami kerusakan berat senilai Rp 900 ribu per orang. Serta sharing budgeting untuk perbaikan rumah rusak berat, yang akan diterima sebesar Rp 25 juta.


Kedua jenis bantuan tambahan itu akan disusulkan setelah adanya data terbaru dari pemerintah kabupaten atau kota setempat. "Kami menunggu (data) bisanya selesai tanggap darurat. Karena korban yang rumahnya rusak berat tidak bisa langsung melakukan aktivitas ekonomi," pungkas Khofifah.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore