
Tim Yayasan Daarul Rizki (DRP) ketika memberikan bantuan kepada warga Rohingnya, Myanmar.
JawaPos.com - Kekerasan yang dialami oleh umat muslim Rohingya merupakan tragedi kemanusiaan yang kini menjadi perhatian dunia.
Perlakuan diskriminasi, pembunuhan hingga terusirnya etnis Rohingya dari Myanmar menjadi pelengkap akan kekejaman rezim pemerintah.
Saat ini, ada 200 ribu jiwa yang terisolasi dan melarikan diri ke dalam hutan mendekati perbatasan Bangladesh, yang hidup dalam kecemasan lantaran sewaktu-waktu nyawa mereka bisa direnggut oleh para militer atau kaum biksu.
Ironisnya, sebagian besar adalah anak-anak yatim dan piatu yang orang tuanya dibunuh secara keji oleh pihak Myanmar.
Kondisi ini membuat Yayasan Daarul Rizki (DRP) terketuk untuk memberikan bantuan.
Selama lebih dua minggu melakukan kajian dan mematangkan strategi tim kemanusiaan, DRP pun berangkat ke daerah konflik. Bertolak dari Jakarta menuju Yangon, dilanjutkan ke Sittway, akhirnya tim kemanusiaan DRP sampai ke Rakhin State, Rohingya.
Sangat sulit bisa memberikan bantuan, sebab pengawasan ekstra ketat diberlakukan pemerintah setempat. Hampir setiap beberapa kilometer jalanan berdiri pos penjagaan militer bersenjata lengkap.
Hal itu diakui Ketua Koordinator Pemberian Aksi Kemanusiaan Yayasan DRP, Haries Fadillah.
"Kami memberikan bantuan kemanusian berupa paket sembako, pakaian, sarung untuk 10 ribu warga Rohingya yang hidup di dalam hutan," ujar dia dalam keterangan tertulisnya kepada Jawapos.com, Selasa (31/10).
Menurut Haries, warga Rohingnya hidup dalam kelaparan lantaran terisolasi. "Kalau keluar maka ancamannya mati," ujarnya.
"Anak-anak paling menderita, sebab mereka mengalami trauma yang amat berat. Saat saya tiba, mereka lari ketakutan karena mereka takut ditangkap dan dibunuh, yang menakjubkan adalah mereka tetap memegang teguh agama Islam dan terus menjalankan salat lima waktu," ujarnya.
Haries sendiri mengaku kalau dirinya tidak berani membeberkan dimana saja lokasi dia memberikan bantuan. Khwatir nantinya menjadi bahan informasi pemerintah Myanmar.
"Tidak, saya khawatir kalau saya sebut maka persembunyian warga Rohingnya diketahui," pungkasnya
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022