
Bagas Gumilang pemilik Barbershop Hunky Dory
JawaPos.com - Kisah inspiratif bagi anak muda bisa dengan meneladani kesuksesan Bagas Gumilang, pemilik usaha cukur rambut Barbershop Hunky Dory di Bogor, Jawa Barat. Usianya masih muda, kelahiran 31 Oktober 1994. Pemuda 23 tahun itu sudah memiliki 8 cabang di beberapa kota dari mulai Bogor, Bandung, Bekasi, dan Makassar.
Ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih usaha cukurnya untuk potong rambut, nama Hunky Dory makin melejit. Alumnus SMAN 1 Bogor di angkatan tahun 2012 memang sudah suka berbisnis. Dimulai dari kesenangannya mengambil foto-foto hewan ternak di peternakan di Bogor untuk dijual kepada konsumen. Pada akhirnya dia jadi menyenangi usaha penjualan ternak hewan kurban setiap kali Idul Adha. Bagas juga sempat membuat usaha warung tenda.
Lantas saat di kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB), jurusan peternakan, pada 2014 Bagas melihat adanya peluang dan kebutuhan usaha cukur kelas premium dan kekinian di Bogor. Realitasnya, lokasi cukur skala premium belum ada di Bogor, sehingga peluang itu tak disia-siakannya.
“Saat itu saya bikin karena tak ada barbershop yang kekinian. Kalaupun ada masih jauh ke Jakarta atau ke Depok. Lalu akhirnya booming, sampai 2015 saya jadi juara 1 kompetisi barber tingkat nasional,” tutur pemuda yang hobi travelling ini.
Tahun 2016 dan 2017 merupakan masa-masa laris bagi Hunky Dory, sehhingga dia memperluas cabang ke sejumlah kota. Lalu nama Hunky Dory semakin cemerlang ketika Presiden Jokowi datang cukur rambut. Bahkan, orang nomor satu di negara ini membuat vlog dan menjadi viral.
“Hunky Dory di Jalan Salak adalah cabang pertama, lalu bikin cabang yang selanjutnya. Pada 2017, datang Pak Jokowi jadi booming lah,” ungkapnya tertawa.
Diakui Bagas, sebetulnya dia tak terlalu jago dalam mencukur. Namun, keberhasilan yang dimiliki karena memiliki jaringan cukup luas dengan menggandeng banyak teman. Upaya itu membuat bisnis Hunky Dory mencapai kesuksesannya hingga kini.
“Sampai sekarang cukur itu engga terlalu bisa. Tapi karena melihat market di Bogor namanya pengusaha lihat suatu permasalahan, lihat satu kebutuhan. Untuk bisa memenuhi kebutuhan konsumen. Awalnya saya punya 2 karyawan, sekarang punya 30 lebih di usia saya yang baru hampir 23 tahun,” ungkap anak kedua dari empat bersaudara ini.
Membangun usaha bukan sesuatu yang mudah. Terbukti Bagas pun pernah mengalami kegagalan. Bisnisnya naik turun di rentang 2015 menuju 2016. Dia membuat perhitungan yang salah dengan terlalu terburu-buru mengemban bisnis. Hal itu berdampak pada usahanya yang nyaris bangkrut. Bagas sempat rugi hingga ratusan juta.
“Saya berada di titik terendah, hampir bangkrut kolaps saat itu karena terlalu ambisius namanya juga anak muda. Saat itu lagi sepi, salah perhitungan, bangun project tapi gagal. Padahal saat itu sudah punya cabang ketiga,” tuturnya.
Namun Bagas tak mudah menyerah. Dia membangun dan bangkit lagi hingga kini semakin sukses. Bagi Bagas, cukur rambut sama dengan bisnis kopi atau pakaian yang sudah menjadi gaya hidup. Selain cukur, Hunky Dory juga memberikan jasa layanan pewarnaan, smoothing, tato rambut, dan cukur untuk anak atau kiddy cut.
“Kami yakin karena pria pasti idealnya tiap dua minggu sekali pasti cukur. Kami utamakan layanan yang terbaik,” ujarnya.
Keberuntungan semakin diraihnya saat Presiden Joko Widodo dan putra bungsunya Kaesang Pangarep singgah untuk cukur. Berawal dari kepopuleran Hunky Dory di media sosial, Kaesang mengajak ayahnya untuk cukur. Tak tanggung-tanggung, sejak didatangi Presiden Jokowi, pelanggan meningkat dua kali lipat.
“Sebelum didatangi Pak Jokowi memang Hunky Dory sudah jadi trendsetter di Bogor. Sejak Pak Jokowi datang, jadi dua kali lipat pengunjung meningkat. Tetapi tentu bukan hanya dari volume ya, tapi kami tingkatkan juga dari sisi branding bahwa sampai kepala Pak Presiden pun kami tangani. Dan Pak Jokowi pengiklan yang baik,” katanya bercanda.
Bagas bisa menjadi sosok pemuda sukses dalam momentum Sumpah Pemuda. Menurutnya, kebanyakan anak muda biasanya mengalami dua sindrom saat ingin memulai usaha, pertama adalah takut memulai dan kedua, takut gagal. Padahal dua hal itu adalah paling pantangan dalam bisnis.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022