
Ilustrasi
JawaPos.com - Meningkatkan kamtibmas di tingkat kelurahan dan desa, Polri melibatkan para ulama sebagai garda terdepan yang mengajak masyarakat untuk menjaga wilayah mereka agar tetap tertib dan aman.
Peran dari ulama ini disebut dengan Dai Kamtibmas.
Kasubdit Bin Polmas Binmas Baharkam Polri, Kombes Muhammad Elia Wasono Mastoko, mengungkapkan, untuk menciptakan situasi kondusif di tingkat desa atau kelurahan, personel Polri yang berada di daerah itu sangat membutuhkan saran dan pendapat dari ulama.
"Saran dari ulama ini bisa menjadi formula bagi polri atau masyarakat untuk menjada kawasan menjadi tertib dan aman," ungkap Elia di Jakarta, Minggu (18/12).
Sebelumnya, Sabtu (17/12), Kombes Muhammad Elia Wasono Mastoko selaku Kasubdit Bin Polmas Binmas Baharkam Polri baru saja melantik 150 ulama, ustaz, dan mubalig tergabung dalam Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) dai Kamtibmas di Gedung Mutiara, Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, PTIK, Jalan Tirtayasa Jakarta.
Dikatakannya, tujuan pembentukan FKPM ini untuk kamtibmas yang kondusif di wilayahnya dengan cara memberi pendapat dan saran kepada polri secara timbal balik.
Meningkatkan kesadaran dan kepatuhan hukum secara aktif membantu mencegah dan mengatasi tejadinya pelanggaran di wilayah kelurahan atau desa.
"Jika FKPM Dai Kamtibmas mampu melakukan tindakan preventif, maka tidak perlu masyarakat mengajukan masalahnya melalui ranah hukum, korupsi juga berkurang," kata Elia.
Disebutkannya, pembentukan Dai Kamtibmas ini sesuai dengan peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 3 tahun 2015 tentang Pemolisian Masyarakat.
Sementara itu Ketua Umum FKPM, Sarji mengatakan, Dai Kamtibmas Indonesia merupakan wadah para dai-daiyah untuk turut serta dalam menciptakan suasana kondusif di masyarakat dan menyelesaikan persoalan konflik di masyarakat dengan pendekatan agama.
Dai Kamtibmas Indonesia tergabung dalam FKPM Bimas Kabaharkam Polri.
Sementara itu Ketua Dewan Penasitah FKPM Dai Kamtibmas Kombes (Purn) Nurfaizi menambahkan, para dai harus terus menggelorakan amar ma'ruf nahi munkar. "Potensi dai-daiyah yang sangat besar dapat menjadi kontribusi bagi dunia Islam," tandas Nurfaizi. (iil/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
