
Ilustrasi
JawaPos.com - Perusahaan Listrik Negara (PLN) perlu menyampaikan apa saja yang menjadi syarat dasar kelayakan penunjukan peringkat pertama pada pelaksanaan tender proyek PLTGU Jawa 1.
Pengamat kebijakan publik Agus Pambagyo mengatakan, PLN selaku penyelenggara tender harus menjelaskannya ke publik. Menurut Agus, sesuai ketentuan LKPP pada pelaksanaan sebuah tender, soal harga terendah adalah ukuran prioritas.
Selama ini, kata dia, pada tender masih belum ada keterkaitan antara kelayakan harga dan kemampuan teknis (teknologi). Padahal, ucap Agus, bisa saja sisi kualitas teknis menjadi prioritas kepatutan suatu tender walaupun perlu ada perubahan atau penambahan peraturannya.
"Kalau harganya termurah sudah memenuhi persyaratan, untuk kualitas teknisnya belum tentu jadi perhatian khusus," ujar Agus, melalui surat elektronik, Rabu (2/11).
Dia mengingatkan, jangan diharapkan penawaran harga yang rendah pada tender bisa seimbang dengan jaminan kualitas sisi teknologinya. Alasannya, hingga kini aspek keuangan atau harga adalah yang utama.
"Makanya harus dilihat dokumen persyaratannya, apa saja yang mendasari. Kalau memang hanya soal harga ditambah misalnya kesiapan tempat, ya sudah sampaikan saja. Jadi diketahui dulu apakah sisi teknologi masuk jadi standar penilaian juga atau tidak," tutur Agus.
Pada proses awal seleksi tender PLTGU Jawa 1 tentu masing-masing peserta juga sudah mempresentasikan kesanggupan mengerjakan proyek PLTGU Jawa 1. Agus mengatakan, tim evaluasi proposal kemudian menilainya sesuai kebutuhan dan kesesuaian persyaratan.
"Jadi sekali lagi harus diperjelas, apakah sisi kualitas teknologi disitu ikut sebagai penilaian atau tidak," kata Agus.
Sebelumnya, Senior Manajer Humas PLN Agung Murdifi mengatakan, pihaknya sangat berhati-hati dalam penentuan peringkat pertama tender proyek PLTGU Jawa 1.
Dia mengatakan, tim evaluator benar-benar telah menganalisa dan memeriksa semua dokumen penawaran.
Sebab, proyek ini memiliki risiko kegagalan yang tinggi bila peserta tidak mengikuti syarat pengadaan. PLN, ujar Agung, juga meninjau pada aspek efisiensi tender.
PLTGU Jawa 1 merupakan pembangkit listrik berkapasitas 1600 megawatt (MW) yang investasinya diperkirakan hingga USD 2 miliar atau setara Rp 26 triliun.
Sedangkan kuasa pelaksanaan lelang tender proyek PLTGU Jawa 1 diserahkan PLN kepada kantor konsultan Ernst & Young.
Pada proyek ini diikuti oleh empat konsorsium antara lain, PJB-PT Rukun Raharja-Mitsubishi Corp, PT Medco Energy-Nebras, Pertamina-Marubeni Corp-Sojitz Corp, dan PT Adaro Energy-Sembawang Corp. (yuz/JPG)

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
