
Ilustrasi memancing. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Memancing atau fishing kerap dipandang sebagai aktivitas santai, baik untuk hobi maupun mencari hasil tangkapan. Namun dalam kalender Tionghoa, kegiatan ini juga memiliki catatan waktu tersendiri, tidak selalu dianggap cocok dilakukan kapan saja.
Dalam tradisi Tionghoa, rujukan ini dikenal lewat Tong Shu, almanak yang memetakan keselarasan hari dengan aktivitas. Kalender ini bersifat panduan budaya, termasuk untuk aktivitas alam seperti memancing.
Menurut kalender Tionghoa (Tong Shu), sebagaimana tercantum dalam kalender Sinarmas edisi Januari 2026 yang didapatkan JawaPos.com, tidak ada hari yang secara eksplisit mencantumkan fishing sebagai aktivitas yang dianjurkan. Artinya, Januari 2026 bukan bulan yang secara khusus direkomendasikan untuk memancing menurut penanggalan Tionghoa.
Meski demikian, kalender juga mengenal aktivitas capturing (menangkap) yang sering dianggap masih satu rumpun dengan aktivitas alam. Hari-hari yang mencantumkan capturing kerap dipandang sebagai waktu yang relatif netral bagi aktivitas luar ruang.
Hari yang mencantumkan capturing antara lain Kamis (8 Januari 2026), Minggu (18 Januari 2026), dan Sabtu (24 Januari 2026). Namun perlu dicatat, pada beberapa tanggal tersebut fishing justru tetap masuk daftar aktivitas yang tidak dianjurkan atau berada pada hari biasa.
Sebaliknya, kalender Tionghoa cukup jelas mencantumkan hari-hari yang tidak disarankan untuk memancing. Fishing muncul berulang kali sebagai aktivitas yang sebaiknya dihindari, baik pada hari baik maupun hari biasa.
Hari yang secara eksplisit mencantumkan fishing sebagai aktivitas tidak dianjurkan antara lain Kamis (8 Januari 2026), Minggu (11 Januari 2026), Jumat (16 Januari 2026), Selasa (27 Januari 2026), dan Sabtu (31 Januari 2026). Pada tanggal-tanggal ini, kalender menilai energi waktu kurang selaras untuk memancing.
Selain itu, fishing juga sebaiknya tidak dilakukan pada hari tidak baik (Unlucky Day). Pada Januari 2026, hari tidak baik jatuh pada 1, 9, 13, 21, dan 25 Januari, yang ditandai sebagai tidak cocok untuk aktivitas penting.
Dalam pemahaman Tong Shu, ketidaksesuaian ini bukan berarti memancing akan membawa kesialan. Maknanya lebih kepada kurangnya keharmonisan waktu dengan aktivitas yang melibatkan alam dan hasil tangkapan.
Karena tidak ada hari yang secara khusus dianjurkan untuk fishing, banyak orang menyikapinya dengan memilih hari biasa yang netral, selama tidak tercantum sebagai pantangan dan tidak jatuh pada hari tidak baik. Kalender dipakai sebagai rambu kehati-hatian, bukan larangan mutlak.
Dengan membaca detail ini, kalender Tionghoa tidak disalahartikan secara umum. Aktivitas sederhana seperti memancing pun tetap perlu dilihat catatan harinya, bukan sekadar status hari baik atau hari biasa.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
