Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Mei 2023 | 00.45 WIB

Kisah Relawan Pertemukan Anak Adopsi dengan Orang Tua Kandung: Berlelah Payah dan Diusir Sudah Biasa

TURUN KE LAPANGAN: Repta Ocarea Venaz dan Mohammad Nasirudin. - Image

TURUN KE LAPANGAN: Repta Ocarea Venaz dan Mohammad Nasirudin.

MIJN ROOTS tidak sembarangan mempertemukan anak adopsi dan orang tua kandungnya. Selain pencarian berdasar dokumen, yayasan tersebut melakukan uji deoxyribose-nucleic acid (DNA). Proses itu tidak mudah. Tim di lapangan sering menemui kendala. Termasuk penolakan dari pihak keluarga yang dimaksud.

Berdasar laporan dan berkas yang diberikan anak adopsi di Belanda, tim Mijn Roots di Indonesia bergerak. Tugas pertama mereka adalah mencocokkan dokumen dan klien alias orang tua kandung bisa diakses. Jika semuanya cocok dan anak adopsi sepakat menemui orang tua kandung, langkah selanjutnya adalah uji DNA.

Proses tersebut tidaklah mudah. Tim di lapangan harus pandai bernegosiasi. Pasalnya, uji DNA sangatlah sensitif. Tidak jarang, orang tua kandung sengaja bersembunyi dari anak-anak mereka yang diadopsi. "Banyak penyebab,” kata Repta Octarea Venaz, tim Mijn Roots. Di antaranya adalah karena anak tersebut lahir di luar pernikahan.

Bersama suaminya, Mohammad Nasirudin, Repta menjalani pahit manisnya profesi unik mereka. Pasangan suami istri itu pernah bertugas mengambil sampel DNA di alamat yang sulit dijangkau. Medannya sulit. Pernah pula mereka diusir dari rumah orang tua kandung klien Mijn Roots.

Itu terjadi di Jombang. Sebenarnya, si ibu sudah bersedia melakukan tes DNA. Namun, rupanya sang suami tidak berkenan. Maka, diusirlah Repta dan Nasirudin. Karena si ibu mengaku pernah menyerahkan anaknya untuk diadopsi dan dia ingin bertemu sang buah hati, Repta dan Nasirudin pun kembali ke rumah tersebut. Sang suami belum berubah. Kali ini, mereka diusir dengan lantang.

’’Belum lagi kalau hasil DNA tidak cocok,” terang Nasirudin kepada Jawa Pos saat diwawancarai pada Jumat (26/5) sore.

Lantas, apa yang membuat dia dan sang istri bertahan pada profesi mereka? Kadang kala, imbuh Nasirudin, perjuangan berbuah manis. Keberhasilan itu mampu menghapuskan segala kegagalan. Itu menjadi penyemangat bagi mereka untuk tetap bertekun pada bidang yang dijalani.

Repta dan Nasirudin juga berada di balik pertemuan mengharukan Jordy Nijkerk dan Senimah. Anak lelaki dan ibu kandungnya itu bertemu setelah terpisah 42 tahun. Repta juga membantu Senimah berkomunikasi dengan Jordy karena bahasa mereka tidak sama. Hal-hal manis seperti itu selalu mampu membuat Repta dan Nasirudin bertahan meskipun tidak mudah. (omy/c17/hep)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore