
Ahmed Eliaan Syakir Abuajwa (kiri) dan Ibrahim M. M. Abusalem (kanan), dua dokter asal Palestina, mahasiswa baru pasca sarjana FK Unair. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com-Di tengah krisis kemanusiaan yang melanda Gaza, dua dokter muda Palestina meninggalkan tanah kelahiran. Mereka bertekad untuk menimba ilmu spesialis di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya.
Harapannya satu, pulang ke kampung halaman, bukan dengan tangan kosong, tetapi membawa ilmu untuk mengabdi dan membangun kembali Gaza. Mereka adalah Ahmed Eliaan Syakir Abuajwa dan Ibrahim M. M. Abusalem.
Ahmed Eliaan mengambil Spesialis Ilmu Bedah Saraf, sementara Ibrahim mengambil Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik. Keduanya telah dikukuhkan sebagai mahasiswa baru pasca sarjana di Fakultas Kedokteran, Unair.
Bagi Ahmed, bidang bedah saraf adalah cabang kedokteran yang rumit dan memerlukan dedikasi penuh. Dia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini untuk belajar di salah satu pusat pendidikan terbaik di Indonesia untuk bidang bedah saraf.
Keahlian ini sangat dibutuhkan untuk menangani cedera kepala akibat kecelakaan, trauma perang, ledakan, maupun cedera tulang belakang.
“Kami di Gaza sangat membutuhkan ahli di bidang ini (bedah saraf)," ujar Ahmed kepada awak media di Surabaya, Sabtu (9/8).
Dia mengatakan kondisi di Gaza saat ini sudah diketahui dunia: krisis kemanusiaan, kelaparan, kekurangan air, serta kerusakan parah pada infrastruktur. Rumahnya telah hancur lebur akibat serangan Israel.
Begitu pula dengan rumah sakit, sekolah, dan masjid di sekitarnya, yang tersisa puing-puing. Dia sadar betul bahwa ini perjalanannya meninggalkan Gaza untuk belajar di negeri orang tidaklah mudah.
Karena itu, dia bersungguh-sungguh untuk menimba ilmu spesialis bedah plastik di Universitas Airlangga. "Saya tidak akan kembali ke Palestina sebelum selesai dan membawa bukti kelulusan,” tegas dia.
Sementara itu, dokter Ibrahim juga memiliki tekad yang sama. Dia datang ke Surabaya berbekal beasiswa dari Kementerian Kesehatan. Perjalanan pendidikannya panjang. Dia lulus dari Fakultas Kedokteran di Mesir pada 2018
Ibrahim kemudian bekerja di Mesir, Gaza, dan Palestina. Dia juga sempat menempuh pendidikan di Jerman, sebelum akhirnya melanjutkan studi spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik di Universitas, Surabaya.
“Ini merupakan keistimewaan bagi saya untuk bisa menjadi pelajar di kampus ini (Universitas Airlangga). Reputasinya tinggi, serta pengajaran dan kedisiplinan para pengajarnya juga berkualitas," tutur Ibrahim.
Motivasinya jelas: negara membutuhkan keahlian ini. Ibrahim bertekad untuk pulang dengan membawa ilmu pengetahuan demi rakyat Gaza. Dia menempatkan pengabdian diatas keuntungan pribadi yang bukan prioritasnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
