Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 April 2025 | 21.31 WIB

Sifat, Karakter, dan Fase Kehidupan, Orang  yang Lahir Hari Minggu Menurut Primbon Jawa

Sifat, Karakter, dan Fase Kehidupan Kelahiran Hari Minggu Menurut Primbon Jawa (lookstudio/Freepik) - Image

Sifat, Karakter, dan Fase Kehidupan Kelahiran Hari Minggu Menurut Primbon Jawa (lookstudio/Freepik)

 

JawaPos.com - Setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda, dan menurut kepercayaan masyarakat Jawa, perjalanan ini bisa dipetakan melalui primbon berdasarkan hari kelahiran. Salah satu hari yang menarik untuk dibahas adalah hari Minggu. 

Dalam primbon Jawa, orang yang lahir pada hari Minggu memiliki siklus kehidupan yang unik dan berganti setiap 12 tahun sekali. Pemetaan ini dipercaya dapat memberi gambaran mengenai masa keberuntungan maupun masa sulit yang akan dihadapi seseorang sepanjang hidupnya.

Dalam salah satu video dari kanal Youtube Sabdaning Ratu, menurut primbon Jawa, mereka yang lahir pada hari Minggu disebut memiliki lakuning srengenge atau sifat seperti matahari. Artinya, mereka cenderung dewasa, terbuka, penuh kasih sayang, dan pandai berbicara. Namun, mereka juga memiliki kekurangan seperti keras kepala dan gampang terbawa arus karena terlalu kukuh pada prinsipnya. Mengenali karakter ini sejak dini bisa menjadi bekal untuk memperbaiki kekurangan serta memperkuat kelebihan dalam menghadapi kehidupan.

Siklus kehidupan bagi mereka dimulai sejak usia 12 tahun hingga akhir hayat, dan terbagi dalam beberapa fase penting. Di usia 12 hingga 23 tahun, disebut sebagai masa tuno atau kehilangan. Pada fase ini, orang yang lahir hari Minggu akan diuji dengan berbagai kehilangan, baik dalam hal materi, pekerjaan, maupun hubungan personal. Diperlukan kesiapan mental serta sikap hati-hati agar mampu bertahan dan tidak larut dalam kesedihan.

Kemudian, pada usia 24 hingga 35 tahun, mereka memasuki masa Harjo, yaitu masa subur dan makmur. Rezeki dan keberuntungan datang bertubi-tubi, tidak selalu dalam bentuk uang, tetapi juga bisa berupa kebahagiaan keluarga, kesehatan, dan kedamaian hidup. Fase ini menjadi momen penting untuk bersyukur dan memperkuat spiritualitas.

Berlanjut ke usia 36 hingga 47 tahun, masa yang disebut masa kaget. Ini adalah masa yang penuh kejutan, bisa berupa kebahagiaan yang tak terduga, atau justru ujian yang datang mendadak. Maka penting untuk menjaga kewaspadaan dan kedekatan dengan Tuhan agar kejutan yang datang membawa hikmah.

Pada usia 48 hingga 59 tahun, masa Harjo kembali hadir. Seperti fase sebelumnya, ini menjadi saat untuk memanen hasil usaha dan kebaikan hidup. Namun, di usia 60 hingga 71 tahun, akan datang masa ciloko, yaitu masa celaka. Di sinilah ujian hidup kembali hadir. Kesehatan, keselamatan, dan ketenangan sangat penting untuk dijaga.

Sebagai penutup, penting untuk menyadari bahwa meski primbon memberi gambaran, sejatinya semua terjadi atas kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Apa pun siklus kehidupan kita, selama kita berdoa, berusaha, dan memperbaiki diri, kita akan mampu melaluinya dengan baik. Hidup memang tidak selalu mulus, tapi dengan bekal pengetahuan dan kesiapan mental, kita bisa menjalani setiap fase dengan bijaksana.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore