Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 April 2025 | 19.31 WIB

Siapa yang Rentan Terkena Sawan dan Bagaimana Gejalanya? Simak Informasi Berikut!

Siapa yang Rentan Terkena Sawan dan Bagaimana Gejalanya? (user15285612/Freepik) - Image

Siapa yang Rentan Terkena Sawan dan Bagaimana Gejalanya? (user15285612/Freepik)

 

JawaPos.com - Dalam tradisi Jawa, sawan dianggap sebagai bentuk gangguan yang tidak hanya menyerang tubuh secara fisik, tetapi juga memengaruhi energi dan kondisi spiritual seseorang. 

Menariknya, tidak semua orang memiliki kerentanan yang sama terhadap sawan. Ada kelompok-kelompok tertentu yang dipercaya lebih mudah mengalami sawan karena kondisi tubuh atau jiwanya yang terbuka secara energi.

Menurut penjelasan dari salah satu video dari kanal Youtube Panggilan Leluhur, kelompok pertama yang paling sering mengalami sawan adalah bayi dan balita. Terutama pada masa "selapan", yaitu 35 hari pertama sejak kelahiran, di mana bayi masih sangat baru dan belum memiliki perlindungan energi yang kuat.

Bayi pada masa ini sangat peka terhadap lingkungan. Mereka bisa langsung merespons energi negatif dari tempat asing, suasana ramai, atau waktu-waktu tertentu seperti menjelang magrib.

Ibu hamil dan ibu yang sedang dalam masa nifas juga termasuk kelompok rentan. Dalam pandangan spiritual Jawa, wanita pada masa ini sedang berada dalam kondisi terbuka secara energi dan sangat peka terhadap gangguan dari alam gaib.

Karena itu, banyak pantangan yang diberikan oleh orang tua dulu, seperti tidak keluar rumah sembarangan, tidak datang ke tempat angker, atau tidak menghadiri keramaian selama masa pemulihan.

Kelompok ketiga adalah orang dewasa yang sedang tidak fit. Saat tubuh lemah karena sakit, kelelahan, atau mental yang sedang kacau, energi dalam tubuh tidak stabil. Ini menjadi celah bagi energi luar untuk masuk. 

Gejala sawan pada orang dewasa cenderung tidak mencolok, seperti tubuh terasa panas tanpa sebab, kepala berat, emosi tidak stabil, sulit tidur, atau bahkan mimpi aneh berulang kali. Ada juga yang merasa seperti diawasi atau kesulitan fokus, padahal sadar sepenuhnya dengan lingkungan sekitar.

Yang perlu digarisbawahi, sawan berbeda dengan kerasukan. Orang yang kerasukan biasanya kehilangan kesadaran dan bertindak di luar kendali. Sedangkan pada sawan, seseorang masih sadar namun merasa seperti dalam kabut, sulit berpikir jernih atau berinteraksi secara normal. Hal ini terjadi karena adanya energi halus yang menempel, bukan mengambil alih.

Sebagai penutup, penting bagi kita untuk tidak mengabaikan perubahan kecil dalam diri atau orang-orang terdekat kita. Tanda-tanda sawan bisa menjadi peringatan bahwa ada ketidakseimbangan antara tubuh dan jiwa yang perlu segera ditangani. 

Dengan memahami siapa yang paling rentan dan bagaimana gejalanya, kita bisa lebih siap menjaga kesehatan lahir dan batin. Warisan ajaran leluhur ini bukan hanya cerita masa lalu, tetapi juga panduan berharga untuk menjalani hidup yang lebih seimbang dan bijaksana.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore