Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 April 2025 | 20.35 WIB

Mengenal Istilah Konklaf, Proses Pemilihan Paus Setelah Kekosongan Kursi Takhta Santo Petrus

Ilustrasi proses Konklaf dalam film Conclave (Dok. IMDb)

JawaPos.com - Paus Fransiskus yang merupakan paus ke-266 meninggal dunia pada Senin (21/4). Hal ini menandakan adanya 'Sede Vacente' yang berarti kekosongan kursi takhta Santo Petrus.

Usai meninggalnya seorang Paus, maka akan dilakukan konklaf untuk menunjuk pergantian kepemimpinan Paus selanjutnya di Santo Petrus, Vatikan. 

Dilansir dari laman Sky News pada Rabu (23/4), berikut langkah-langkah proses pemilihan seorang Paus atau yang biasa disebut sebagai konklaf.

Ketika seorang paus meninggal atau mengundurkan diri, gereja Katolik memasuki masa yang disebut 'Sede Vacante' yang dimaknai dengan 'kursi kosong' karena tidak ada Paus yang duduk di atas takhta Santo Petrus.

Cincin dan segel mendiang Paus sebelumnya yang digunakan untuk mengirimkan dokumen kepausan akan dirusak untuk mencegah orang lain menggunakannya. Selama masa ini, seorang kardinal yang dikenal sebagai camerlengo atau bendahara menjadi kepala sementara gereja dengan kekuasaan terbatas.

'Sede Vacante' umumnya berlangsung beberapa minggu saat jenazah Paus disemayamkan, pemakamannya dan para kardinal bersiap berkumpul untuk konklaf.

Sidang tertutup

Konklaf berlangsung di Kapel Sistina, aula Vatikan terkenal yang dinding dan langit-langitnya dihiasi dengan karya Michelangelo.

Pertemuan tersebut menghadirkan para kardinal dari seluruh dunia dan berlangsung hingga terpilihnya Paus baru. Hanya para kardinal yang berusia di bawah 80 tahun (pemilih kardinal) yang diizinkan untuk berpartisipasi dalam konklaf dan memberikan suara mereka untuk paus baru.

Saat ini dari 252 kardinal, terdapat 135 kardinal elektor, 53 dari Eropa, 23 dari Asia, 20 dari Amerika Utara, 18 dari Afrika, 17 dari Amerika Selatan, dan 4 dari Oseania.

Negara dengan jumlah kardinal terbanyak yang dapat memberikan suara adalah Italia dengan 17 kardinal, kemudian diikuti Amerika Serikat dengan 10 kardinal, Brasil 7 kardinal dan Inggris hanya 3 kardinal.

Setelah konklaf dimulai, para kardinal tidak akan keluar dari Vatikan sampai paus baru terpilih. Kata 'konklaf' berasal dari bahasa Latin, yang berarti 'dengan kunci', hal ini merujuk pada isolasi tempat para kardinal ditahan.

Mereka mengadakan sesi pemungutan suara di Kapel Sistina dan tidur di hotel Casa Santa Marta di dalam kompleks Vatikan. Selama konklaf berlangsung, para kardinal tidak diperbolehkan berkomunikasi dengan dunia luar. Dilarang menggunakan telepon, internet, atau surat kabar.

Kecuali pada hari pertama, saat hanya ada satu pemungutan suara, para kardinal mengadakan dua sesi pemungutan suara harian hingga satu kandidat memperoleh mayoritas dua pertiga ditambah satu. Mereka semua disumpah untuk merahasiakan hasil pemungutan suara.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore