
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar di Dialog Kerukunan Umat Buddha di Jakarta (7/3). (Hilmi/Jawa Pos)
JawaPos.com – Menteri Agama (Menag) Nasarudin Umar menyampaikan kekagumannya terhadap sosok Buddha atau Siddharta Gautama.
Menurut dia, keteladanan hidup dari Siddharta Gautama bisa menjadi solusi sejumlah persoalan masyarakat modern sekarang. Di antaranya adalah masalah overthinking atau perasaan beban hidup terasa berat.
Kekaguman terhadap sosok Siddharta Gautama itu disampaikan Nasaruddin dalam pembukaan Diskusi Kerukunan Umat Buddha yang diselenggarakan Ditjen Bimas Buddha di Jakarta, Jumat (7/3). "Merenungi sosok Buddha itu sosok ideal. Khususnya bagi (urusan) kemanusiaan," katanya.
Imam Besar Masjid Istiqlal itu lantas mengajak peserta diskusi untuk bersama-sama merenungi perjalanan hidup dari Siddharta Gautama secara universal.
Dia mengatakan Siddharta Gautama adalah putra mahkota atau anak raja. Kemudian dia menikah dengan putri mahkota.
Selanjutnya di usia 24 tahun, Siddharta memilih untuk keluar dari kerajaan untuk bersemedi. Dia dengan tekun melakukan semedi di bawah pohon besar. Sampai akhirnya mencapai level yang diidamkan.
Situasi yang dialami Siddharta itu menunjukkan bahwa terlepas apapun latar belakang seseorang, ketika melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh maka bisa mencapai tujuan yang ingin diraih.
"Biografi sang Buddha sangat inspiratif. Saya tidak bisa bayangkan, apakah ada figur yang bisa bersikap seperti itu," jelasnya.
Meurut dia, kisah atau teladan hidup dari Buddha atau Siddharta Gautama bisa menjadi solusi masalah di tengah masyarakat modern.
Nasaruddin mencontohkan masyarakat sekarang sedang hidup dengan perasaan berada di dalam belenggu yang berat.
Atau bisa disebut hidup dengan kondisi overthinking, karena terlalu banyak yang dipikirkan. Kondisi seperti itu sebenarnya bisa dipecahkan dengan meneladani kisah kehidupan orang terdahulu.
Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Bimas Budhha Kemenag Supriyadi mengatakan, diskusi kerukunan itu diselenggarakan untuk memperkuat persatuan di Indonesia.
Dia mengatakan, ketika berbicara mengenai kerukunan, maka sekat-sekat perbedaan harus ditanggalkan terlebih dahulu.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
