
Ilustrasi Rabu Abu. (Freepik)
JawaPos.com - Setiap agama memiliki hari raya masing-masing untuk merayakan berbagai hal penting. Bagi umat agama Katolik, Rabu (5/3) adalah Hari Rabu Abu. Ini merupakan tanda dimulainya masa Prapaskah sekaligus hari pertama pantang dan puasa untuk menyambut Hari Paskah.
Dilansir dari Dynamic Catholic, pada hari Rabu Abu para umat Katolik akan mendapatkan kesempatan untuk lebih dekat dengan Tuhan. Di hari Rabu Abu, para umat Katolik akan beribadah lalu mendapatkan tanda salib pada dahi mereka dari abu daun palma kering yang dibakar dari perayaan Minggu Palma tahun sebelumnya.
Tanda salib dari abu tersebut menjadi simbol pengingat untuk bertobat dan tidak lagi mengulang dosa-dosa mereka.
Siapa saja yang merayakannya?
Perayaan ini biasanya dilaksanakan oleh gereja-gereja Kristen Barat. Contohnya adalah Katolik, Kristen Lutheran, Moravian, Anglikan, Protestan, Baptis, Metodis, dan lain-lain.
Sedangkan gereja-gereja Kristen bagian timur, seperti Gereja Ortodoks, biasanya akan memulai periode pantang dan puasa ini pada Senin Bersih. Sehingga mereka tidak ikut merayakan Rabu Abu.
Dilansir dari Ensiklopedia Britannica, setelah Rabu Abu, para umat Katolik akan meneruskan kebiasaan pantang mereka selama enam setengah minggu hingga Hari Paskah. Perayaan ini adalah pengingat akan kematian dan pentingnya bertobat serta mendekatkan diri dengan Tuhan.
Pertobatan adalah sebuah aksi yang sangat besar. Dalam Kitab Suci Injil Matius 3:2, Yohanes Pembaptis berkata: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”. Tuhan Yesus pun juga menyebarkan pesan yang sama.
Panjang periode pantang ini sama dengan lama Tuhan Yesus berpuasa di padang gurun yaitu 40 hari.
Sejarah Rabu Abu
Sejak dahulu abu sudah menjadi simbol pertobatan dan kesadaran spiritual bagi umat Kristiani. Hal-hal berkaitan dengan abu sudah berkali-kali disebutkan di dalam Kitab Suci.
Ayub 42:6: “Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.”
Yeremia 6: 26: “Hai puteri bangsaku, kenakanlah kain kabung, dan berguling-gulinglah dalam debu! Berkabunglah seperti menangisi seorang anak tunggal, merataplah dengan pahit pedih! Sebab sekonyong-konyong akan datang si pembinasa menyerangmu.”
Daniel 9:3: “Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu.”
Umat Kristiani zaman dahulu menggunakan abu sebagai penanda pertobatan bahkan di luar perayaan Rabu Abu. Setelah melakukan pertobatan, para umat Kristen akan mendapatkan abu dari pendeta atau imam mereka.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
