
ilustrasi ziarah kubur. (freepik)
JawaPos.com – Ziarah kubur menjelang Ramadhan menjadi salah satu tradisi yang terus dilestarikan oleh umat Islam di Indonesia.
Praktik ini bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, tetapi memiliki makna mendalam, baik secara spiritual maupun sosial.
Umat Islam memanfaatkan momen ini untuk mendoakan keluarga yang telah berpulang, membersihkan makam, serta mempererat tali silaturahmi.
Tradisi ini umumnya dilakukan pada akhir bulan Sya'ban atau menjelang awal Ramadhan. Masyarakat berbondong-bondong mengunjungi makam keluarga dengan membawa bunga, air, serta membaca doa dan ayat suci Al-Qur'an.
Namun, dalam praktiknya, penting bagi umat Islam untuk tetap berpedoman pada ajaran syariat agar tidak terjebak dalam ritual yang menyimpang.
Makna dan Manfaat Ziarah Kubur
Dikutip dari laman islam.nu.or.id, Kamis (30/01) secara umum, ziarah kubur memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi keluarga atau kerabat yang telah berpulang.
Dalam Islam, mendoakan orang yang telah meninggal merupakan salah satu bentuk bakti yang tidak terputus meski mereka telah tiada.
Kedua, tradisi ini mengandung dimensi edukatif dan reflektif. Rasulullah SAW menegaskan bahwa ziarah kubur dapat melembutkan hati, menitikkan air mata, serta mengingatkan manusia akan kehidupan akhirat.
Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ahmad, dan Nasa'i menegaskan hal ini:
كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ أَلَا فَزُورُوهَا، فَإِنَّهُ يُرِقُّ الْقَلْبَ، وَتُدْمِعُ الْعَيْنَ، وَتُذَكِّرُ الْآخِرَةَ، وَلَا تَقُولُوا هُجْرً
Artinya : "Dahulu aku melarang kamu ziarah kubur, maka ziarahilah ia, karena sesungguhnya hal itu dapat melunakkan hati, menitikkan air mata, dan mengingatkan pada akhirat, dan janganlah kamu berkata buruk." (HR. Muslim, Ahmad, Nasa'i)
Ketiga, ziarah kubur juga memiliki manfaat sosial, yakni mempererat tali silaturahmi antar keluarga. Momen ini sering kali dimanfaatkan untuk berkumpul dan berdoa bersama, sehingga menjadi ajang memperkuat hubungan antar anggota keluarga.
Ziarah Kubur dalam Perspektif Islam
Pada awal perkembangan Islam, Rasulullah SAW melarang umatnya untuk menziarahi kuburan. Hal ini disebabkan oleh maraknya praktik syirik dan bid’ah yang dilakukan oleh masyarakat saat itu, seperti penyembahan kuburan atau meminta-minta kepada penghuni kubur.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
