Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Januari 2025 | 01.55 WIB

Tradisi Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan: Memahami Makna, Manfaat Spiritual, serta Doa Mustajab untuk Keluarga yang Telah Berpulang

ilustrasi ziarah kubur. (freepik) - Image

ilustrasi ziarah kubur. (freepik)

JawaPos.com – Ziarah kubur menjelang Ramadhan menjadi salah satu tradisi yang terus dilestarikan oleh umat Islam di Indonesia.

Praktik ini bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, tetapi memiliki makna mendalam, baik secara spiritual maupun sosial.

Umat Islam memanfaatkan momen ini untuk mendoakan keluarga yang telah berpulang, membersihkan makam, serta mempererat tali silaturahmi.

Tradisi ini umumnya dilakukan pada akhir bulan Sya'ban atau menjelang awal Ramadhan. Masyarakat berbondong-bondong mengunjungi makam keluarga dengan membawa bunga, air, serta membaca doa dan ayat suci Al-Qur'an.

Namun, dalam praktiknya, penting bagi umat Islam untuk tetap berpedoman pada ajaran syariat agar tidak terjebak dalam ritual yang menyimpang.

Makna dan Manfaat Ziarah Kubur

Dikutip dari laman islam.nu.or.id, Kamis (30/01) secara umum, ziarah kubur memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi keluarga atau kerabat yang telah berpulang.

Dalam Islam, mendoakan orang yang telah meninggal merupakan salah satu bentuk bakti yang tidak terputus meski mereka telah tiada.

Kedua, tradisi ini mengandung dimensi edukatif dan reflektif. Rasulullah SAW menegaskan bahwa ziarah kubur dapat melembutkan hati, menitikkan air mata, serta mengingatkan manusia akan kehidupan akhirat.

Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ahmad, dan Nasa'i menegaskan hal ini:

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ أَلَا فَزُورُوهَا، فَإِنَّهُ يُرِقُّ الْقَلْبَ، وَتُدْمِعُ الْعَيْنَ، وَتُذَكِّرُ الْآخِرَةَ، وَلَا تَقُولُوا هُجْرً

Artinya : "Dahulu aku melarang kamu ziarah kubur, maka ziarahilah ia, karena sesungguhnya hal itu dapat melunakkan hati, menitikkan air mata, dan mengingatkan pada akhirat, dan janganlah kamu berkata buruk." (HR. Muslim, Ahmad, Nasa'i)

Ketiga, ziarah kubur juga memiliki manfaat sosial, yakni mempererat tali silaturahmi antar keluarga. Momen ini sering kali dimanfaatkan untuk berkumpul dan berdoa bersama, sehingga menjadi ajang memperkuat hubungan antar anggota keluarga.

Ziarah Kubur dalam Perspektif Islam

Pada awal perkembangan Islam, Rasulullah SAW melarang umatnya untuk menziarahi kuburan. Hal ini disebabkan oleh maraknya praktik syirik dan bid’ah yang dilakukan oleh masyarakat saat itu, seperti penyembahan kuburan atau meminta-minta kepada penghuni kubur.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore