
Proses membatik menggunakan canting dan lilin. (Wikimedia)
JawaPos.com - Gara-gara konten IShowSpeed, warga media sosial Indonesia dan Malaysia kembali memperdebatkan masalah asal batik.
Berdasarkan pantauan JawaPos, mulanya Speed diketahui menerima hadiah batik dari penggemarnya saat berkunjung ke Malaysia.
Saat memberikan batik, penggemar dan sopir taksi yang ditumpangi tersebut berkata bahwa batik berasal dari Malaysia.
Namun, Speed sempat mencari tahu pada mesin pencarian Google tentang asal muasal batik.
Hal ini menuai respon yang sangat beragam dari warganet. Beberapa dari mereka berkomentar bahwa penggemar tersebut sengaja memprovokasi warga Indonesia.
Beberapa komentar warganet juga menyindir serta menerangkan asal muasal batik.
Lalu, bagaimana sejarah dan asal-usul batik muncul di Indonesia?
Keberadaan batik di Nusantara meninggalkan sejarah panjang, namun hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti kapan kemunculannya.
Batik berasal dari dua kata bahasa Jawa, yaitu “amba” berarti menulis dan “nitik” berarti titik.
Kata ini juga berasal dari kata “ambatik” dalam bahasa Jawa yang mengarah pada teknik menulis dengan lilin.
Batik merupakan proses menulis pada kain dengan menggunakan lilin dan canting dengan ujung yang kecil sehingga memberikan kesan seperti menulis titik-titik.
Melansir laman Kemdikbud, meskipun berasal dari bahasa Jawa, kehadiran batik sendiri tidak tercatat dalam sejarah Jawa.
Menurut G.P Rouffaer, teknik membatik diduga dibawa dari India atau Sri Lanka pada sekitar abad ke-6 dan ke-7.
Awalnya, batik hanya sekedar gambar diatas kain yang hanya dikhususkan untuk para raja dan keluarganya karena peredarannya hanya terbatas di lingkungan keraton Jawa saja.
Namun dalam beberapa candi, motif-motif batik sudah sering muncul. Misalnya motif dasar lereng pada patung emas Syiwa di Wonosobo yang dibuat pada abad ke-9.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
