Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 September 2024 | 19.45 WIB

Memperingati Maulid Nabi Muhammad, Ini Keutamaan Membaca Shalawat untuk Baginda Nabi Muhammad SAW

Cara mengamalkan Doa Nabi Yunus saat menghadapi kesulitan dan ujian hidup. - Image

Cara mengamalkan Doa Nabi Yunus saat menghadapi kesulitan dan ujian hidup.

JawaPos.com – Maulid Nabi Muhammad tahun ini jatuh pada 12 Rabiul Awal 1446 Hijriah atau dalam kalender Masehi jatuh pada hari Senin, 16 September 2024. 

Maulid Nabi dirayakan oleh banyak orang di Tanah Air dan di banyak negara sebagai bentuk rasa syukur atas kehadiran Nabi Muhammad ke muka bumi. Berkat Rasulullah, kita mendapat pedoman hidup supaya senantiasa berada di jalan kebenaran.

Selain itu, Maulid Nabi juga berarti sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengharapan kita sebagai umat Muhammad untuk mendapatkan syafaat dari Rasulullah di Padang Mahsyar kelak. Karena di antara para nabi, hanya Nabi Muhammad yang mendapat keistimewaan bisa memberikan syafaat kepada umatnya.

Maulid Nabi merupakan perayaan yang dilakukan dengan penuh gembira dan suka cita untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad.

Momentum ini sebaiknya dimanfaatkan untuk mengenal lebih jauh tentang sosok Nabi Muhammad. Dengan menggali biografinya, meneladani Rasulullah, hingga memperbanyak shalawat untuk Baginda Nabi Muhammad.

Perlu diketahui bahwa Nabi Muhammad sudah dijamin oleh Allah akan masuk surga. Rasulullah sama sekali tidak memerlukan shalawat ataupun doa-doa dari kita. 

Justru dengan membaca shawalat, kita lah yang membutuhkan Nabi Muhammad supaya dapat menyambung jaringan dan dengan harapan kita mendapatkan syafaat beliau di akhirat kelak. 

Bukan hanya umat Islam, Allah dan para malaikat juga bershalawat untuk Nabi sebagai ekspresi pengakuan akan kerasulan Nabi Muhammad SAW.

إِنَّ اللهَ وَمَلَـٰئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّ يَـٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيْهِ وَسَلِّمْواْ تَسْلِيمًا

Artinya : Sesungguhnya Allah  dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi (Muhammad SAW). Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah dan bersalamlah kalian kepadanya. (QS Al-Azhab: 56)

Rasulullah dalam sebuah hadist memang memerintahkan umatnya untuk memperbanyak shalawat yang manfaatnya justru dirasakan oleh mereka yang membaca shalawat, bukan oleh Rasulullah.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : صَلُّوا عَلَيَّ فَإِنَّهَا زَكَاةٌ لَكُمْ وَاسْأَلُوا اللهَ لِي الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا دَرَجَةٌ فِي أَعَلَى الْجَنَّةِ لَا يَنَالُهَا إِلَّا رَجُلٌ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَاهُوَ

Artinya : Bershalawatlah kalian kepadaku, karena shalawatmu itu menjadi pembersih dosa bagimu. Dan mohonlah kepada Allah wasilah untukku, karena itu adalah derajat di surga yang paling tinggi yang tidak akan bisa didapat kecuali oleh satu orang saja. Dan aku berharap bahwa orang itu adalah aku. (HR. Ahmad)

Lafadz shalawat paling pendek adalah Shallallahu Ala Muhamad atau Allahumma Shalli ala Sayyidina Muhammad.

Berikut sejumlah keutamaan membaca shalawat bagi umat Islam sebagaimana dilansir dari NU Online.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore