
Ilustrasi santap sahur/freepik
JawaPos.com - Sahur kerap menjadi waktu yang cukup menantang bagi sebagian umat islam. Tidak sedikit orang yang menganggap sahur hanya sebagai hak pribadi, bukan sesuatu yang perlu diamalkan.
Padahal di waktu sahur banyak sekali tuntunan rasulullah yang dapat diamalkan serta terkandung berbagai hikmah besar di baliknya.
Sahur yang dilakukan umat islam pada sepertiga malam terakhir juga menjadi waktu yang istimewa untuk berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT karena termasuk waktu yang paling mustajab.
Di waktu ini, Allah juga menguji keimanan dan kesabaran seseorang, apakah dia bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah sehingga layak mendapatkan pahala yang sepadan.
Agar tidak malas sahur, dan lebih memahami makna sahur di bulan ramadhan, berikut beberapa hikmah dan keutamaannya yang dirangkum dari laman baznas.go.id dan www.nu.or.id.
Sumber energi berpuasa
Sahur menjadi penyeimbang kebutuhan jasmani seorang muslim. Di dalam makan sahur terkandung kebaikan, termasuk menjaga stamina dan kekuatan bagi seorang muslim untuk menjalankan ibadah puasa seharian penuh.
Doa lebih mudah dikabulkan
Menjelang waktu sahur merupakan saat-saat terbaik untuk berdoa. Pada saat ini Allah SWT dianjurkan untuk memperbanyak berdoa, dzikir, dan memohon ampunan kepada Allah SWT, waktu sahur ini diyakini sebagai salah satu momen yang mustajab supaya doa dikabulkan.
Bernilai sedekah
Tidak hanya makan sahur yang dinilai pahala oleh Allah, menyiapkan hidangan sahur juga mendatangkan pahala. Orang yang memberikan makanan kepada keluarga, orang yang kesulitan, atau orang lain yang hendak berpuasa akan memperoleh pahala seperti orang yang menjalankan ibadah puasa, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.
Ladang pahala
