Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Agustus 2024 | 00.30 WIB

Jadi Senjata untuk Menghadapi Kondisi Sulit, Simak Doa Nabi Ayub Lengkap dari Bacaan Arab, Latin dan Artinya

Ilustrasi bacaan doa Nabi Ayub. (Pexels/Abdulmeilk Aldawsari)




JawaPos.Com - Sebaik-baik doa adalah doa yang telah diajarkan Allah dan Rasul-Nya, baik dari Al-Qur'an maupun hadits-hadits, salah satunya seperti doa Nabi Ayub.

Seperti diketahui, doa Nabi Ayub merupakan salah satu doa yang diajarkan oleh Rasulullah dan telah tertulis dalam Al-Qur'an.

Menurut kepercayaan umat Islam, doa Nabi Ayub merupakan salah satu ajaran yang bisa dijadikan senjata untuk menghadapi situasi sulit.

Dalam sejarahnya, doa Nabi Ayub dipanjatkan sang Nabi dikala menghadapi cobaan hidup yang begitu berat.

Kala itu, Nabi Ayub diketahui telah mengalami sakit menahun dan membuat dirinya dijauhi sampai ditinggalkan oleh orang-orang terdekat.

Meski demikian, sang Nabi tetap sabar dan percaya bahwa pertolongan Allah SWT akan tiba dan terus memanjatkan doa sebagaimana telah diabadikan pada QS Al-Anbiya’ 83.

Berdasarkan kisah nabi Ayub tersebut, QS Al-Anbiya’ 83 kini juga dikenal sebagai doa 'Nabi Ayub' yang dipercaya menjadi senjata untuk menghadapi cobaan dan masa sulit.

Doa Nabi Ayub

رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

“Robbi annii massaniyadh dhurru wa anta arhamar rahimin.”

Artinya:

"(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang."


Kesabaran dan kesantunan dalam doa Nabi Ayyub agar sembuh dari penyakit tersebut kemudian didengar oleh Allah SWT. Kisah ini tercantum dalam surah Al Anbiya ayat 84 yang berbunyi,

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ ۖ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَابِدِينَ

Artinya: "Maka Kami kabulkan (doa)nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami,"

Kemudian, mengutip buku Sakit Menguatkan Iman karya Ali Yafie, rasa sakit yang diderita oleh umat muslim sebenarnya ujian paling ringan yang ditimpakan oleh Allah SWT. Ujian jasmani ini dimaksudkanNya untuk menguji kesabaran dan kerelaan hambaNya dalam menerima takdir sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,

لَا تَسُبِّي الْحُمَّى، فَإِنَّهَا تُذْهِبُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ، كَمَا يُذْهِبُ الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ

"Janganlah kamu menyalahkan penyakit karena penyakit itu dapat menghilangkan kesalahan (dosa-dosa) anak Adam, seperti halnya Kir (alat peniup atau penyala api) membersihkan karat-karat besi," (HR Muslim).

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore