Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Juni 2024 | 16.56 WIB

2 Dimensi Makna Pelaksanaan Ibadah Kurban, Amalan yang Paling Dicintai oleh Allah SWT Saat Perayaan Idul Adha

Potret pelaksanaan ibadah kurban. / Sumber foto : (Freepik.com/freepik)


JawaPos.com - Ibadah kurban merupakan salah satu amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT ketika seluruh umat muslim merayakan Hari Idul Adha yang dilaksanakan pada 10 Dzulhijjah.

Ibadah kurban memiliki sejarah yang bermakna bagi umat muslim, yakni dari kisah Nabi Ibrahim AS ketika diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih putranya yaitu Nabi Ismail AS.

Dikutip dari laman Amal Qurban, arti kurban secara harfiah adalah binatang sembelihan, seperti unta, sapi, kerbau, dan kambing yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari tasyriq sebagai bentuk taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah.

Oleh karenanya, jika umat muslim memiliki kelebihan harta maka diutamakan untuk melaksanakan ibadah kurban sesuai dengan syariat-syariat yang telah ditentukan.

Dilansir dari laman Artikel Universitas Muhammadiyah Surabaya, terdapat 2 makna ibadah kurban yang terangkum pada 2 dimensi, diantaranya adalah.

Baca Juga: Dikirim Sampai ke Gaza, Potensi Hewan Kurban di Indonesia Tembus Rp 30 Triliun

1. Dimensi Spiritual

Seorang hamba yang berkurban haruslah melepaskan dirinya dari dari perasaan egois, cinta terhadap dunia, dan merelakan sebagiann harta yang diberikan Allah SWT untuk disedekahkan di jalan-Nya.

2. Dimensi Sosial

Seorang hamba yang menyebarkan kebaikannya pada seluruh umat manusia, tak membedakan dari segi apapun khususnya bagi mereka yang tidak mampu. Sehingga terlatih untuk menjadi lebih peka terhadap kondisi orang yang membutuhkan.

Banyak kebaikan lainnya yang terdapat pada pelaksanaan ibadah kurban, orang tidak mampu bisa merasakan kenikmatan dari daging kurban yang kaya akan gizi serta manfaat.

Bagi pelaksana ibadah kurbannya sendiri dapat belajar keadilan untuk membagi daging kurban, serta menyadari bahwa semua hal yang dimiliki di dunia ini semata-mata milik Allah dan akan kembali kepada-Nya.

Rasa cinta terhadap dunia seringkali membuat seorang hamba lupa untuk melihat kesulitan orang sekelilingnya, melalaian ibadah kepada Allah, serta terlalu sibuk mengurusi harta.

Seluruh manusia akan diminta pertanggungjawaban atas seluruh harta yang dimiliki di dunia.

Jika semua dialokasikan untuk amal ibadah dan berjuang di jalan Allah maka akan membawa dalam keberkahan dan pahala di akhirat nanti.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore