Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Februari 2024 | 21.02 WIB

Sejarah Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, Ungkap Rahasia di Balik Perintah Salat Lima Waktu

Ilustrasi sebuah lentera Islami dengan masjid di latar belakang. - Image

Ilustrasi sebuah lentera Islami dengan masjid di latar belakang.

JawaPos.com – Isra Miraj adalah salah satu mukjizat terbesar yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 621 Masehi, atau 1 BH (sebelum hijrah) dalam kalender Islam.

Dalam peristiwa ini, Nabi Muhammad SAW dibawa oleh malaikat Jibril dari Masjidilharam di Makkah ke Masjidilaqsa di Yerusalem, dan kemudian naik ke langit hingga ke Sidratul Muntaha.

Di sana, beliau berbicara langsung dengan Allah SWT dan mendapatkan beberapa perintah dan karunia, seperti salat lima waktu, syafaat, salam, dan doa. Isra Miraj merupakan salah satu mukjizat terbesar yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bukti kenabian dan kerasulannya.

Maka dari itu, dalam artikel ini, dibahas sejarah peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad secara lengkap dan akurat, dilansir dari sumber Islamic Relief, Rabu (7/2).

Latar Belakang Peristiwa Isra Miraj

Peristiwa Isra Miraj terjadi setelah Nabi Muhammad SAW mengalami tahun kesedihan, yaitu tahun di mana beliau kehilangan dua orang yang sangat dicintai dan melindunginya, yaitu paman beliau Abu Thalib dan istri beliau Khadijah.

Kedua orang ini wafat dalam waktu yang berdekatan, dan meninggalkan Nabi Muhammad SAW dalam kesedihan dan kesulitan. Selain itu, dakwah beliau di Makkah juga menghadapi banyak tantangan dan penolakan dari kaum Quraisy yang memusuhi dan menyiksa beliau dan para pengikutnya.

Dalam keadaan seperti ini, Allah SWT memberikan penghiburan dan kehormatan kepada Nabi Muhammad SAW dengan mengajaknya bepergian ke Yerusalem dan ke langit. Perjalanan ini juga merupakan cara Allah SWT untuk menunjukkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya, dan untuk memberikan perintah dan petunjuk yang penting bagi umat Islam, seperti salat lima waktu, syariat Islam, dan iman kepada hari akhir.

Mengulas Peristiwa Isra (Perjalanan Malam)

Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidilharam di Makkah ke Masjidilaqsa di Yerusalem. Perjalanan ini dilakukan dalam waktu yang sangat singkat, yaitu dalam satu malam.

Nabi Muhammad SAW dibawa oleh malaikat Jibril dengan menggunakan Buraq, yaitu seekor binatang yang mirip kuda putih yang dapat berjalan sangat cepat. Dalam perjalanan ini, Nabi Muhammad SAW juga melihat beberapa tempat dan peristiwa yang bersejarah, seperti kota Madinah, Bukit Sinai, Betlehem, dan Laut Merah.

Ketika sampai di Masjidilaqsa, Nabi Muhammad SAW disambut oleh para nabi dan rasul yang telah wafat sebelumnya, seperti Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, dan lain-lain.

Nabi Muhammad SAW kemudian memimpin mereka dalam salat berjamaah, sebagai tanda bahwa beliau adalah pemimpin dan penutup para nabi dan rasul. Setelah itu, Nabi Muhammad SAW bersiap untuk melanjutkan perjalannya ke langit, yang disebut dengan Miraj.

Mengulas Peristiwa Miraj (Kenaikan)

Miraj adalah kenaikan Nabi Muhammad SAW ke langit hingga ke Sidratul Muntaha. Peristiwa ini dilakukan dengan bantuan malaikat Jibril dan tangga yang disebut Miraj. Dalam perjalanan ini, Nabi Muhammad SAW melewati tujuh lapis langit, dan bertemu dengan beberapa nabi dan rasul yang berada di setiap langit.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore